BCO.CO.ID – Anggota DPRD Kota Cilegon dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Ahmad Hafid, memboyong keluarganya untuk menghabiskan waktu libur akhir pekan ke Pulau Merak Besar, salah satu destinasi wisata bahari yang tengah populer dan hype di Kota Cilegon, Minggu 23 Agustus 2026.
Meski menikmati momen kebersamaan dan keindahan alam secara pribadi, politisi dari Dapil Ciwandan-Citangkil ini tetap menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat. Ia menyoroti besarnya potensi ekonomi dan daya tarik wisata yang dimiliki pulau tersebut.
Ahmad Hafid mengungkapkan, Pulau Merak Besar memiliki daya pikat luar biasa yang mampu menarik antusiasme masyarakat lokal maupun wisatawan luar daerah. Namun, ia menilai pengelolaannya masih memerlukan perhatian dan sentuhan langsung dari Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon.
Menurutnya, keterlibatan pemerintah daerah sangat dibutuhkan, terutama dalam penataan fasilitas umum, ketersediaan sarana keselamatan penyeberangan, hingga regulasi pengelolaan sarana pendukung wisata.
“Ini destinasi yang luar biasa dekat dari pusat kota, namun saya melihat ada ruang besar yang belum tersentuh. Jika dikelola secara terstruktur dengan keterlibatan Pemkot Cilegon, pulau ini bisa menjadi salah satu mesin penghasil PAD yang potensial,” ujar Ahmad Hafid, Minggu 23 Agustus 2026.
Pulau Merak Besar yang dikenal dengan keindahan vegetasi hutan lindung, pesona terumbu karang dengan biota lautnya, dan pemandangan lalu lalang kapal feri ini dinilai memiliki prospek cerah untuk menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Cilegon dari sektor pariwisata.
“Keterlibatan Pemkot Cilegon bukan berarti mengambil alih penuh, melainkan memberikan dukungan infrastruktur, dan regulasi agar pengelolaan tempat wisata ini semakin profesional. Dampaknya tidak hanya ke PAD, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal di sekitar Merak,” katanya.
Ia menambahkan, selama ini daya tarik wisata Pulau Merak Besar tumbuh secara swadaya berkat inisiatif kelompok pelestari lingkungan setempat. Kehadiran pemerintah daerah dinilai sangat krusial untuk melengkapi sarana penunjang yang lebih aman dan nyaman bagi pengunjung.
Hafid berharap, Pemkot Cilegon dan Pemerintah Provinsi Banten bisa segera berkolaborasi terkait upaya pengembangan sektor pariwisata sehingga berdampak pada ekonomi masyarakat sekitar. Langkah kolaboratif ini diperlukan untuk menyusun peta jalan (roadmap) pengembangan pariwisata bahari Kota Cilegon.
“Cilegon jangan hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga harus mampu menonjolkan potensi pariwisata baharinya. Pulau Merak Besar ini adalah salah satu aset utamanya. Kami di DPRD, siap mendorong dan mengawal regulasi yang dibutuhkan demi kemajuan pariwisata dan kesejahteraan masyarakat Cilegon,” pungkasnya.
Diketahui, Pulau Merak Besar dan Pulau Merak Kecil bisa dikenal dan menjadi destinasi wisata favorit atas inisiatif Dicky Maula Syaf, pemuda Merak yang memiliki tangan dingin. Nama Dicky Maula Syaf memang memiliki keterkaitan erat dengan aksi penataan dan kepedulian terhadap kawasan wisata di Merak, khususnya dalam aksi aksi sosial serta pelestarian lingkungan. []
