BCO.CO.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon membeberkan alasan lambannya penanganan penataan ulang gedung SMPN 15 Cilegon yang terdampak musibah tanah longsor pada 31 Januari 2026 lalu. Akibat insiden tersebut, tiga ruang kelas dan fasilitas toilet mengalami kerusakan berat hingga memaksa aktivitas belajar mengajar dipindahkan sementara ke SDN Cikuasa 2 dan SDN Gerem 3.
Gedung sekolah yang baru diresmikan pada Juli 2025 oleh Wali Kota Cilegon Robinsar tersebut, hingga kini masih dalam tahap pengerjaan fisik secara menyeluruh.
Kepala Dindikbud Kota Cilegon, Heni Anita Susila menjelaskan, penanganan lokasi tidak hanya fokus pada perbaikan bangunan yang rusak, melainkan juga pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) untuk mengantisipasi potensi bencana susulan. “SMPN 15 itu baru kami selesaikan perbaikan TPT, supaya aman kedepannya,” ujar Heni, Minggu 23 Agustus 2026.

Sementara untuk pemulihan tiga ruang kelas, toilet, hingga pembangunan gerbang sekolah, Dindikbud mengalokasikan anggaran sebesar Rp2 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cilegon.
Tak hanya itu, Heni mengungkapkan, SMPN 15 Cilegon juga mendapatkan tambahan tiga ruang kelas baru dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang posisinya dibangun di atas bangunan lama.
“Alhamdulillah ada bantuan dari Kemendikdasmen untuk tiga ruang kelas baru. Secara bertahap ke depan juga akan dilengkapi dengan fasilitas laboratorium, ruang perpustakaan, dan UKS. Total nantinya ada sembilan ruang kelas,” jelasnya.
Terkait target pemanfaatan, Heni menegaskan gedung SMPN 15 Cilegon baru diizinkan untuk digunakan kembali pada awal tahun 2027. Hal ini lantaran seluruh proses revitalisasi ditargetkan tuntas pada Desember 2026. “Baru bisa digunakan awal 2027 agar proses perpindahan siswa bisa dilakukan bersamaan setelah seluruh pekerjaan selesai. Kami tidak mengizinkan gedung dipakai sekarang karena aktivitas pembangunan masih berjalan dan membahayakan keselamatan para siswa. Yang terpenting, saat ini Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tetap berjalan kondusif,” pungkasnya. []
