Minggu, April 21, 2024
spot_img
BerandaEkonomi BisnisPresiden Resmikan Pabrik Milik PT KS Senilai Rp7,5 Triliun, Bisa Produksi Baja...

Presiden Resmikan Pabrik Milik PT KS Senilai Rp7,5 Triliun, Bisa Produksi Baja Paling Tipis

CILEGON, BCO.CO.ID – Presiden RI Joko Widodo meresmikan operasional pabrik baja terbaru milik PT Krakatau Steel di Kawasan Industri Krakatau Steel, Kota Cilegon, yang didukung tekhnologi mutakhir untuk memproduksi baja tipis guna memenuhi kebutuhan industri otomotif, bisa bersaing di pasar global dan mampu menekan impor baja nasional, Selasa 21 September 2021.

Pabrik Hot Strip Mill (HSM) II PT Krakatau Steel berkapasitas 1,5 juta ton nantinya akan memproduksi baja berukuran 1,4 mm. Diketahui, HSM II PT Krakatau Steel sendiri dibangun di atas lahan 25 hektare.

Direktur Utama PT Krakatau Steel Silmy Karim mengungkapkan, pembangunan pabrik HSM II PT KS ini telah selesai dibangun pada Mei 2021 dengan total investasi mencapai Rp7,5 triliun rupiah. Dengan adanya pabrik tersebut, produksi baja di PT KS ini dapat mencapai 3,9 juta ton per tahun.

iklan

“Ini adalah pabrik pertama di Indonesia yang mampu menghasilkan produk hot rolled coil dengan ketebalan 1,4 mili meter,” ungkap Silmy Karim.

Dikatakan, pembangunan pabrik milik perusahaan plat merah ini bisa meningkatkan produksi nasional. Selain itu, produk PT KS ini juga mampu bersaing dengan produk baja global. Sebabpabrik tersebut lebih efisien sehingga dapat memangkas biaya operasi sebesar 25 persen.

“Produk yang dihasilkan pun memiliki kualitas yang baik oleh sebab itu, produk HRC HSM II akan diutamakan mengisi pangsa pasar otomotif yang membutuhkan kualitas baja terbaik,” ujarnya.

Masih kata Dirut PT KS, produksi dan kualitas yang dihasilkan dari pabrik ini sejalan dengan rencana Indonesia untuk menjadi salah satu pusat produksi mobil listrik dunia. Pihaknya juga yakin jika industri baja nasional akan tumbuh setiap tahunnya. “Ini akan berdampak pada penghematan devisa serta memperbaiki neraca perdagangan Indonesia,” katanya.

Sementara di tempat yang sama, Presiden Joko Widodo mengatakan, produksi baja nasional akan terus digenjot demi memenuhi kebutuhan pasar sehingga diharapkan tidak ada lagi produk baja impor di Indonesia. “Kita akan dapat memenuhi kebutuhan baja dalam negeri, jadi enggak ada lagi impor-impor yang kita lakukan. Ini yang kita harapkan,” ucap Joko Widodo.

Operasionalnya pabrik PT KS itu, lanjut Presiden, dapat menghemat devisa hingga Rp29 triliun per tahun. Presiden meminta seluruh pihak dan kementerian terkait agar terus memperhatikan dan meningkatkan pabrik baja nasional agar bisa terus berkembang. Sehingga nantinya tak hanya bisa memproduksi baja untuk memenuhi kebutuhan nasional, tetapi juga bisa memproduksi baja dengan kualitas terbaik agar baja nasional Indonesia bisa bersaing di pasar global.

“Saya pesan agar kualitas produk yang dihasilkan agar tidak kalah dengan impor, bisa memenuhi kebutuhan dunia industri di negara kita,” pungkasnya. []

RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Recent Comments