BCO.CO.ID – Pasca dilantik oleh Presiden RI Prabowo Subianto, Wali Kota Cilegon Robinsar akhirnya menyampaikan pidato perdana Wali Kota Cilegon, melalui Rapat Paripurna Istimewa Penyampaian Pidato Wali Kota Cilegon Masa Jabatan 2025-2030.
Dalam pidato tersebut, Robinsar menyampaikan komitmen, dan harapannya serta rasa syukur dan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada mereka untuk memimpin kota ini selama lima tahun ke depan. “Jabatan ini bukan sekadar penghargaan, melainkan amanah besar yang penuh tanggung jawab. Kami menyadari bahwa kepercayaan ini bukan hadiah, melainkan titipan harapan dari masyarakat Cilegon yang menginginkan perubahan dan kesejahteraan,” ujar Robinsar.
Dalam kepemimpinannya, Robinsar dan Fajar Hadi Pabowo berkomitmen untuk membawa Cilegon ke arah kemajuan dengan visi dan misi yang jelas. Mereka menegaskan bahwa semangat muda yang mereka miliki akan dikombinasikan dengan pengalaman dari berbagai lapisan masyarakat demi menghasilkan kebijakan yang inovatif dan progresif.
Untuk mewujudkan Cilegon sebagai kota maju dan berkelanjutan, mereka menyusun enam misi pembangunan utama, yaitu:
1. Pendidikan Berkualitas: Memperkuat infrastruktur pendidikan dasar dan menengah agar akses pendidikan lebih merata.
2. Lapangan Kerja dan Ekonomi: Meningkatkan ketersediaan lapangan kerja dan peluang usaha melalui ekonomi yang inklusif.
3. Lingkungan Hidup: Melindungi dan melestarikan lingkungan demi keseimbangan ekosistem.
4. Pelayanan Kesehatan: Meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau.
5. Transportasi dan Infrastruktur: Mengembangkan sistem transportasi dan infrastruktur ekonomi yang modern.
6. Kesejahteraan Sosial: Meningkatkan kualitas hidup melalui pemenuhan kebutuhan dasar dan kesejahteraan sosial.
Dikatakannya, keberhasilan membangun Cilegon tidak bisa dicapai sendiri, melainkan melalui kolaborasi antara eksekutif, legislatif, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat. “Kami berkomitmen untuk membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Kami juga akan memastikan setiap program dan bantuan tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” lanjutnya.
Ia juga menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam setiap kebijakan yang diambil pemerintah. Pemerintahan yang inklusif akan menjadi prioritas, di mana keterlibatan masyarakat menjadi faktor utama dalam pengambilan keputusan. []

