Sabtu, Mei 2, 2026
BerandaAdvertorialNurrotul Uyun: Keterwakilan Perempuan Dalam Parlemen Masih Minim, Padahal Penting

Nurrotul Uyun: Keterwakilan Perempuan Dalam Parlemen Masih Minim, Padahal Penting

CILEGON.BCO.CO.ID – Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon Nurrotul Uyun menyatakan, ketika perempuan sedikit berada dalam parlemen, maka keterwakilan dan pemikiran dari perspektif perempuan justru akan hilang dan tidak terwakilkan. Hal itu disampaikan menanggapi rendahnya keterwakilan atau peran perempuan di parlemen Kota Cilegon.

iklan

Menurutnya, di dalam sistem demokrasi yang memegang prinsip kebebasan, siapa saja bisa menjadi pemimpin jika dia memiliki suara. Maka, lanjutnya, seseorang tidak melihat apakah dia laki-laki atau perempuan, namun terkadang perempuan enggan untuk maju dalam kontestasi politik yang ada di Indonesia. Sehingga, masih kata Uyun, representasi perempuan dalam bidang politik akan terus masih jauh dari yang diharapkan.

“Saat ini partisipasi perempuan Indonesia masih di bawah tiga puluh persen. Peningkatan partisipasi perempuan sangatlah penting, supaya pengambilan keputusan politik diharapkan bisa lebih akomodatif dan substansial sehingga mampu menguatkan demokrasi yang senantiasa memberikan gagasan terkait perundang-undangan pro perempuan dan anak di ruang publik,” ucapnya.

Uyun menambahkan, pemenuhan kuota 30 persen keterwakilan perempuan di parlemen nyatanya masih jauh dari kata memuaskan. Angka tersebut tidak sepenuhnya tercapai bahkan malah menimbulkan pro dan kontra dalam partai.

Hal ini, sambungnya, mengakibatkan perbandingan jumlah suara perempuan dalam menyuarakan pendapatnya di parlemen terkesan sedikit bahkan tertutupi oleh banyaknya suara laki-laki.

“Padahal peran berpolitik dimiliki oleh semua pihak dan tentunya untuk menyeimbangkan visi dan misi anggota partai agar tidak selalu berpatokan pada pandangan laki-laki,” tandasnya.

Menurut politisi PKS ini, untuk mencapai keterwakilan perempuan di parlemen, harus diiringi dengan sebuah pengawalan perjuangan dan dorongan yang berporos pada perempuan agar bisa terus berpartisipasi dalam politik parlemen untuk menyampaikan aspirasi dan pemikirannya untuk masyarakat.
“Perempuan tidak hanya sekedar pelengkap suami dalam mengurus keperluan rumah tangga di rumah, tapi juga harus dapat berkontribusi, berpartisipasi, dan ikut berpolitik yang aspirasi dan pemikirannya tersalurkan dengan ikut parlemen. Hal ini diperlukan agar perempuan juga dapat membantu untuk mengawal jalannya pemerintahan ” tutupnya. []

RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -

Recent Comments