Selasa, Juli 16, 2024
BerandaParlemenKesbangpol Sebut Peran Perempuan Politik di Cilegon Rendah

Kesbangpol Sebut Peran Perempuan Politik di Cilegon Rendah

CILEGON.BCO.CO.ID – Kasubid Fasilitasi Partai Politik dan Pemilu pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Cilegon Nur Fauziah menyebutkan, katerwakilan atau peran perempuan di parlemen di Kota Cilegon saat ini masih rendah dari ketentuan yang ada.

Dari 40 kursi anggota DPRD Kota Cilegon, terdapat hanya 10 persen anggota dewan dari kaum hawa yang menduduki jabatan strategis tersebut. Menurutnya, keterwakilan perempuan seharusnya bisa mencapai 30 persen sesuai dengan pada saat kepengurusan di partai politik maupun pada saat Pemilu Legislatif. “Di Cilegon cuma 10 persen, itu juga cuman ada dari dua partai aja. Dari PDIP dan PKS,” kata Nur Fauziah, Kasubid Fasilitasi Partai Politik dan Pemilu Bakesbangpol Kota Cilegon, Selasa 18 Oktober 2022.

Sesuai anjuran dan ketentuan, dijelaskan Nur, peran perempuan pada sektor politik terutama di legislatif harus mencapai 30 persen. Oleh sebab itu, ia mengaku bakal berusaha untuk mewujudkan peran wanita sehingga mencapai angka yang telah ditentukan. “Harusnya 30 persen itu dapatlah karena pada saat pencalegan juga udah 30 persen, tapi kenyataannya itu pada saat hasil Pemilu untuk Cilegon itu hanya 10 persen,” jelas Nur.

Nur bilang, ada beberapa faktor yang mempengaruhi peran perempuan dalam keterwakilan di bidang legislatif. Misalnya, faktor keterbatasan dan faktor dukungan dari masyarakat yang meragukan peran wanita dalam keterwakilannya di bidang legislatif. “Jadi masih ada-lah sedikit keraguan dari masyarakat itu tentang kemampuan seorang perempuan,” terangnya.

Nur kembali menerangkan, keterwakilan perempuan di parlemen sangat penting lantaran bisa mempengaruhi kebijakan yang berkaitan dengan anak-anak maupun rumah tangga.”Kenapa perempuan penting di parlemen, karena akan sangat mempengaruhi kepada kebijakan yang akan diputuskan keterkaitan dengan perempuan dan anak-anak. Berartikan yang lebih mengetahui kondisi seperti itu adalah perempuan,” ujar Nur lagi.

Sekedar diketahui, dari 40 kursi anggota DPRD Kota Cilegon, ada empat anggota dewan perempuan yakni, Risma Ayu dan Noni Purba dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kemudian Nurrotul Uyun dan Qoidatul Sitta dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). []

RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Recent Comments