BCO.CO.ID – Konflik antara Ketua KNPI Kota Cilegon Ari Irmawan dan salah satu organisasi mahasiswa di Kota Cilegon terus bergulir dan semakin panas. Setelah ucapan yang mengungkit soal uang di pelantikan pengurus KNPI Kota Cilegon pada Sabtu 6 Desember 2025, Ikatan Mahasiswa Cilegon kemudian membalas dengan melemparkan uang tunai pecahan Rp50 ribu sebanyak Rp1,3 juta di Kantor Walikota Cilegon.
Menyikapi hal ini, Ketua Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Kota Cilegon, Tb Rizki Andika, mengecam pernyataan Ketua KNPI Kota Cilegon Ari Irmawan. Rizki menilai, tindakan tersebut bersifat arogan dan tidak mencerminkan semangat persatuan pemuda.
Menurutnya, bahwa ucapan Ari Irmawan telah menimbulkan keresahan di kalangan pemuda. Ia menegaskan bahwa organisasi kepemudaan seharusnya menjadi ruang kolaborasi, bukan sumber perpecahan. “Kami menilai pernyataan Ketua KNPI Kota Cilegon sangat tidak mencerminkan sikap seorang pemimpin pemuda. Ucapannya bernada arogan dan berpotensi memecah belah. Pemuda seharusnya dirangkul, bukan dibuat saling berhadap-hadapan,” ujar TB Rizki Andika, Senin 8 Desember 2025.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa suara pemuda tidak boleh ditunggangi atau diperlakukan seperti komoditas. “Suara pemuda tidak bisa dijualbelikan. Pemuda bukan alat politik. Sikap arogan justru menjauhkan kita dari tujuan membangun persatuan dan kemajuan,” imbuhnya.
Atas dasar itu, Ketua HMI Cabang Cilegon mendesak agar Ari Irmawan mempertimbangkan untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua KNPI Kota Cilegon. “Dengan segala hormat, kami meminta agar saudara Ari Irmawan mundur dari posisinya. Kami menilai beliau tidak layak memimpin KNPI jika sikap yang ditunjukkan justru memecah belah, bukan menyatukan,” tutupnya. []

