Home Nasional Hasil Ijtima ke-7, MUI Haramkan Uang Kripto

Hasil Ijtima ke-7, MUI Haramkan Uang Kripto

4

BCO.CO.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menyelenggarakan Ijtima ke-7 dan membuat 12 kesepakatan poin pembahasan, salah satunya adalah pengunaan uang kriptokarensi. Dikutip dari Sindonews.com Jumat 12 November 2021, Komisi Fatwa MUI mengharamkan uang kripto lantaran mengandung gharar dan dharar serta bertentangan dengan UU Nomor 7 Tahun 2011 dan Peraturan Bank Indonesia Nomor 17 Tahun 2015.

“Penggunaan cryptocurrency sebagai mata uang hukumnya haram, karena mengandung gharar, dharar dan bertentangan UU Nomor 7 Tahun 2011 dan Peraturan Bank Indonesia Nomor 17 Tahun 2015,” terang KH Asrorun Niam Sholeh, Ketua MUI Bidang Fatwa.

Selain mengandung gharar dan dharar ataupun qimar serta bertentanan dengan undang-undang, Niam menjelaskan, cryptocurrency atau aset digital tidak sah diperjualbelikan karena tidak memenuhi syarat sil’ah secara syar’i, yakni ada wujud fisik kemudian memiliki nilai serta diketahui secara pasti. Maupun hak milik dan bisa diserahkan ke pembeli. “Cryptocurrency sebagai komoditi atau aset yang memenuhi syarat sebagai sil’ah dan memiliki underlying serta memiliki manfaat yang jelas sah untuk diperjualbelikan,” jelasnya.

Selain cryptocurrency, poin-poin lain yang dibahas adalah makna jihad, kontek khilafah dalam konteks NKRI, kriteria penodaan agama, tinjauan pajak bea cukai dan juga retribusi untuk kepentingan kemaslahatan, panduan pemilu dan pemilukada yang lebih bermaslahat bagi bangsa, dan distribusi lahan untuk pemerataan dan kemaslahatan.

Termasuk hukum pinjaman online, hukum transplantai Rahim, hukum cryptocurrency, penyaluran dana zakat dalam bentuk qardhun hasan, hukum zakat perusahaan, dan hukum zakat saham. []

error: Konten ini dilindungi