BCO.CO.ID – Sebuah usaha UMKM atau industri rumahan gipang singkong milik Ihwanul Muslimin, warga Bentola, Kelurahan Bulakan, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, berhasil menembus pasar asing seperti Malaysia dan Jepang berkat kekuatan media sosial dan rekanan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Ihwan mengaku, ia sengaja membuat gipang dari singkong karena ingin berinovasi dan memenuhi permintaan pasar terkait makanan khas Banten tersebut. Selain itu, bahan singkong lebih murah dan mudah didapat dibandingkan dengan beras ketan. “Sehari itu 40 kilogram singkong, dari petani sekitar sini aja dapat bahannya. Kalau ngirim ke Malaysia dan Jepang, biasanya tergantung permintaan bisa satu bulan dua kali,” kata Ihwan, Sabtu 19 April 2025.
Produk makanan yang diberi nama Gipang Sedulur ini, lanjut Ihwan, dirintis oleh orangtuanya dan melibatkan para tetangga dalam proses produksinya. Pasalnya, singkong yang sudah dipisahkan dan di cuci bersih akan langsung diolah dengan cara dikukus serta digiling sebelum dipipihkan untuk di jemur dibawah terik matahari. “Dibantuin sama tetangga aja kang, dari ngupasin singkong sampai motong singkong yang sudah di jemur,” terangnya.
Ihwan juga mengaku, selama ini usahanya masih terus berjalan dengan baik meskipun skalanya kecil. “Alhamdulilah enggak ada kendala, cuma paling cuaca aja kendalanya. Inikan harus di jemur sebelum diolah menjadi gipang,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinkop UMKM Kota Cilegon Didin Maulana menyampaikan, ada beberapa produk UMKM dari Kota Cilegon yang dijual ke luar negeri. Menurut Didin, pelaku UMKM tidak secara langsung mengekspor produk usahanya, melainkan dengan cara menitipkan ke rekanannya ataupun melalui layanan jasa kirim barang. “Gipang juga sudah ada yang ke luar negeri, kemudian emping juga sudah ada. Kalau emping itu lakunya di Eropa termasuk di Arab,” ujar Didin Maulana.
Dikatakan, produk UMKM yang menembus pasar internasional saat ini skalanya masih kecil dan kurang dari 10 produk. “Masih dibawah 10 UMKM, paling emping, minuman yang terbuat dari jahe dan gipang,” tutupnya. []

