Selasa, Juli 16, 2024
BerandaHukum & KriminalDirektur Bisnis dan Manager Marketing BPRS CM Berlebaran di Sel, Ini Penjelasan...

Direktur Bisnis dan Manager Marketing BPRS CM Berlebaran di Sel, Ini Penjelasan Dugaan Korupsinya

CILEGON.BCO.CO.ID – Dua petinggi Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Cilegon Mandiri dipastikan berlebaran dipenjara setelah ditetapkan menjadi tersangka oleh Kejari Cilegon terkait kasus tindak pidana korupsi pemberian fasilitas BPRS CM tahun 2017-2021. Keduanya adalah Idar Sudarma, Direktur Bisnis BPRS CM dan Manager Marketing BPRS CM Tenny Tania. Mereka akan ditahan selama 20 hari ke sepan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pantauan BCO Media, Idar dan Tenny diangkut menggunakan mobil tahanan Kejari Cilegon ke Lapas Kelas IIA Serang sekitar pukul 17.36 WIB mengenakan baju rompi oranye. Sebelumnya, keduanya juga telah menjalani pemeriksaan di Kejari Kota Cilegon dari pukul 09.00-16.30 WIB.

Kasie Pidsus Kejari Kota Cilegon Muhamad Ashari memaparkan, penetapan tersangka itu atas dasar Surat Penetapan Tersangka Nomor TAP-795/M.6.15/MD.1/04/2022 dan Nomor TAP-796/M.6.15/MD.1/04/2022 tertanggal 13 April 2022. Penetapan ini juga diperkuat oleh penyelidikan serta bukti-bukti yang telah dikumpulkan Kejari Cilegon.

“Selain IS, kami juga menetapkan tersangka inisial TT selaku Manager Marketing PT BPRS CM dan juga menjabat selaku Komite Pembiayaan pada BPRS CM,” terang Muhamad Ashari, kepada wartawan.

Lebih lanjut, Ashari menyampaikan, dari awal pembentukan PT BPRS CM telah menerima penyertaan modal secara bertahap dari Pemkot Cilegon yang hingga kini mencapai lebih dari Rp56 miliar. Ia menyebutkan, sejak awal berdirinya itu pula BPRS CM telah memberikan fasilitas pembiayaan baik itu pada nasabah umum yang menabung di BPRS. Kemudian ada juga yang disalurkan kepada pengurus, pejabat, dan karyawan BPRS CM.

Tak hanya itu saja, Idar dan Tenny dari tahun 2017-2021 saat menjabat pada Bank BUMD itu telah melakukan perbuatan melawan hukum menyalahgunakan kewenangannya mengeluarkan uang dari BPRS CM melalui jasa produk pembiayaan yang dijalankan oleh BPRS CM. Kedua tersangka itu telah mengajukan, menerima dan menyetujui fasilitas pembiayaan yang diajukan atas nama diri mereka sendiri dan orang lain tanpa melalui prosedur yang yang telah ditetapkan.

“Juga kita temukan bahwa nama orang lain yang disebutkan dalam pembiayaan itu tidak mengetahui bahwa nama dan identitasnya digunakan dalam pembiayaan di BPRS CM,” katanya.

Masih kata Ashari, jumlah pemberian pembiayaan yang telah disalurkan oleh BPRS CM atas perbuatan tersangka IS dan TT tersebut yang dilakukan secara melawan hukum adalah sebesar Rp21.257.000.000 rupiah. “Bahwa pembiayaan tersebut semuanya telah mengakibatkan kredit macet dan menyebabkan adanya kerugian keuangan negara,” pungkasnya. []

RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Recent Comments