Sabtu, Juni 15, 2024
BerandaEkonomi BisnisDemi Minyak Goreng Rp14 Ribu, Warga Rela Berdesakan di Pasar Kranggot

Demi Minyak Goreng Rp14 Ribu, Warga Rela Berdesakan di Pasar Kranggot

CILEGON.BCO.CO.ID – Warga Kota Cilegon rela antre panjang demi mendapatkan harga minyak goreng yang dijual dengan harga Rp14.000 per liter pada Operasi Pasar (OP) yang digelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten di Sub Terminal Pasar Kranggot, Kota Cilegon, Kamis 30 Desember 2021.

Saat Operasi Pasar dibuka, calon konsumen terpantau langsung memenuhi stand yang disediakan hingga menimbulkan antrean cukup panjang. Dalam operasi pasar inj, minyak goreng dijual dibawah harga eceran tertinggi (HET).

Salah seorang warga asal Kramatwatu, Umiatul mengaku, sangat terbantu dengan operasi pasar (OP) yang digelar oleh dinas tersebut. “Enggak apa-apa rela antre juga yang penting bisa dapat harga Rp 14.000 per liter,” ujar Umiatul.

Meski begitu, ia berharap agar pemerintah bisa menambah stok minyak yang dijual kepada warga. “Kalau bisa sih ditambah lagi jadi 6 liter. Soalnya enggak  cukup cuman 2 liter doang. Mininal 6 liter lah biar cukup 1 bulan. 1 liter aja paling habis cuman seminggu doang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kota Cilegon Syafrudin menerangkan, kegiatan yang digelar ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam menekan harga sembako yang melonjak cukup tinggi khususnya pada harga minyak sayur. “Operasi Pasar ini merupakan program pemerintah pusat dalam menstabilkan harga sembako yang semakin melonjak. Kemarin kita minta stok minyak ke pemerintah pusat. Dan alhamdulliha dikasih 2400 liter minyak dengan harga 1 liter Rp14.000,” terang Syafrudin, Kadisperindag Cilegon.

Lebih lanjut menurutnya, pemerintah pusat memiliki program 11 juta liter yang akan dibagi-bagikan ke kabupaten/kota di Indonesia. Dari kuota yang tersedia, setiap konsumen mendapatkan jatah 2 liter minyak goreng pada operasi pasar ini. “Untuk sekarang kami jual Rp14.000 per liter. Masing-masing warga menerima jatah 2 liter saja,” tuturnya.

Selain harga minyak naik, harga sembako yang memgalami kenaikan yakni, telur ayam sebelumnya dijual Rp 22.000 kini melonjak Rp32.000, tomat sebelumnya Rp7.000 kini Rp14.000, cabai merah keriting sebelumnya Rp50.000 per kilogram kini mencapai Rp100.000. []

RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Recent Comments