BCO.CO.ID – Seorang warga Lingkungan Rawa Gondang, Kelurahan/Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, sudah lima tahun terakhir menggeluti profesinya sebagai pandai besi atau pembuat golok, senjata tajam tradisional atau perkakas untuk membelah dan memotong.
Ia adalah Wawan Suwandi, ayah tiga anak ini mengaku sebelumnya tidak sengaja terjun ke profesi pandai besi pembuat golok. Ini berawal ketika ia memperbaiki golok saudaranya saat akan berburu di wilayah Ciparay, Kecamatan Cinangka.
Golok yang sudah diperbaiki kemudian ia posting di media sosial facebook dan mendapat reaksi positif dari wargenet. “Abis itu saya bikin lagi, ada masukkan buat saya bikin tempat restorasi golok dan gagang golok. Dari situ saya belajar di youtube,” ujar Wawan Suwandi, Jum’at 18 Juli 2025.

Menurutnya, untuk membuat satu bilah golok dibutuhkan waktu lima hari untuk menempa bahannya secara tradisional. Itupun, tergantung ketebalan dan bahan yang digunakan.
Golok yang di jual oleh Wawan, berkisar dari harga Rp250 ribu sampai Rp1,5 juta tergantung bahan dan ukuran serta tingkat kesulitan mengukir gagang dan sarungnya.
“Selain di sekitaran Cilegon, yang beli itu ada yang dari Bali, Padang sama Medan. Pernah mau kirim ke London, Inggris tapi saya enggak ngerti surat izin ekspor, makanya dibatalin,” ujarnya.
Dalam satu bulan, Wawan bisa membuat golok sebanyak lima buah bahkan bisa lebih tergantung pesanan. Golok yang dibuat oleh Wawan, kebanyakan untuk koleksi atau sebagai identitas budaya pada perguruan pencak silat. []

