CILEGON.BCO.CO.ID – Kepala Pelaksana BPBD Kota Cilegon Nikmatullah menyebut, di Kota Cilegon terdapat 2 unit Early Warning System (EWS) yang sudah terpasang. Namun salah satu alat deteksi bencana itu kini rusak akibat ulah pencuri, dimana perangkat pada bagian alat ini hilang sehingga menyebabkan kerusakan dan tidak dapat berfungsi. Hal itu disampaikan Nikmatullah usai mengikuti acara Evaluasi Pembangunan di Kantor Kecamatan Cilegon, Kamis 29 Desember 2022.
Menurutnya, kedua EWS ini terpasang di wilayah Kecamatan Ciwandan dan Kecamatan Grogol. “Memang waktu itu saya melihat yang di Ciwandan itu rusak, rusaknya tuh akibat ada yang nyuri di dalam rangkanya,” ungkap Nikmatullah, kepada wartawan.
Kendati salah satu alat peringatan bencana gempabumi dan tsunami dalam kondisi rusak lantaran banyak perangkatnya yang hilang, Nikmatullah menambahkan, pihaknya selalu waspada melakukan kesiapsiagaan apabila terjadi gempa bumi. “Masih ada berdiri masih, perangkat dalamnya banyak yang hilang,” terangnya.

Di lain sisi, Nikmatullah mengatakan, pihaknya pernah mengajukan untuk pengadaan alat peringatan bencana. Namun karena harganya yang mahal, usulan itu belum terlaksana. Dia berharap, kedepan pihaknya bisa kembali memasang alat peringatan dini terakait kebencanaan untuk meningkatkan kesiapsiagaan. “Sebelumnya pernah mengajukan tapi karena harganya terlalu tinggi, dan ininya (Anggaran-Red) tidak mencukupi, ya berarti belum sampai sekarang,” Nikmatullah berharap. []
