CILEGON.BCO.CO.ID – Ketua DPRD Kota Cilegon Isro Mi’raj menyoroti sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terutama dari dinas teknis di Lingkungan Pemkot Cilegon yang meminta anggaran tambahan saat pembahasan RKUA-PPS Anggaran Perubahan 2022.

Kata Isro, ada beberapa OPD yang meminta anggaran dengan nilai cukup tinggi di tengah kenaikan BBM untuk merealisasikan programnya. Meski pun begitu, ia mengultimatum agar anggaran tersebut harus terserap dan tidak boleh menimbulkan SILPA (Selisih Lebih Realisasi Penerimaan dan Pengeluaran Anggaran).
“Pertama itu Dinas PU yang tadinya 104 miliar, minta tambahan jadi 152 miliar. Nah, kami menyimpulkan itu jangan sampai nanti tidak habis kayak kemarin lagi,” ucap Isro Mi’raj, Jumat 9 September 2022.
Selain Dinas PUTR Kota Cilegon, lanjut Isro, ada juga Dinas perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Cilegon yang anggarannya naik 200 persen. Karena tingginya permintaan tambahan anggaran tersebut, Isro menanyakan bentuk keprihatinan OPD terhadap masyarakat Kota Cilegon di tengah kenaikan harga BBM yang melambung tinggi.
Politisi Partai Golkar ini juga mengingatkan OPD di Lingkup Pemkot Cilegon agar menyerap anggaran tersebut untuk kepentingan masyarakat luas di Kota Cilegon. Apabila menimbulkan SILPA yang semakin membengkak. “Jangan sampai itu terjadi lagi, dengan itu maka kita kompak dengan tidak membahas RAPBD kalau sampai itu terjadi apapun konsekuensinya,” tegasnya.
Dikatakan Isro, DPRD akhirnya menyetujui permintaan Dinas PUTR Kota Cilegon dengan alasan untuk perbaikan dan perawatan infrastuktur karena kondisi saat ini banyak jalan rusak yang kondisinya memprihatinkan. “Iya karena untuk infastuktur, lantaran banyak jalan yang ajur mukmuk. Sehingga kami menyetuji itu, harus diserap jangan sampai minta nambah tapi enggak terserap,” pungkas Isro. []
