Senin, April 20, 2026
BerandaEkonomi BisnisPerajin Tempe di Cilegon Keluhkan Harga Kedelai yang Mahal

Perajin Tempe di Cilegon Keluhkan Harga Kedelai yang Mahal

CILEGON, BCO.CO.ID – Sejumlah perajin tempe di Kota Cilegon, mengeluhkan tingginya kacang kedelai sebagai bahan utama untuk membuat tempe.

Salah seorang perajin tempe asal Lingkungan Sambilawang, Kelurahan/Kecamatan Cibeber, Taufik Hidayat mengaku, jika saat ini harga kacang kedelai mencapai Rp1 juta rupiah per kwintal dari sebelumnya yang hanya Rp700 ribu. Sedangkan saat ini mencapai Rp 1 juta. “Kenaikan Rp300 ribu rupiah sangat berarti bagi kami. Kami berharap harga kacang kedelai bisa kembali normal,” ujar Taufik, saat ditemui pada kegiatan sosialisasi yang digelar oleh Bank Indonesia, Selasa 05 Oktober 2021.

Taufik menjelaskan, meski harga bahan baku utama mengalami kenaikan namun harga tempe di pasaran masih tetap sama. Meski demikian, ada penurunan penjualan ketika Pandemi Covid-19. Taufik juga mengaku memasarkan hasil produksi tempenya ke wilayah Kota Serang. “Pandemi ada penurunan, tapi tidak terlalu. Hanya kalau musim hujan, kendala kita ada di ragi. Pemakaiannya jadi bisa dua kali lipat,” jelasnya.

Lebih lanjut menurut Taufik, untuk menghasilkan tempe yang berkualitas ia harus pintar-pintar memilih bahan ataupun mengatur suhu ruangan penyimpanan. Pasalnya, jika cuaca sedang hujan atau lembab, ia harus menambahkan ragi lebih banyak jika dibandingkan cuaca panas agar tempe yang dihasilkan memiliki kualitas jual kendati harganya murah sekalipun. “Sebungkus Rp4-Rp5 ribu, harga masih tetap sama. Semoga pemerintah mendengar (Keluhan Kami-Red) agar kembali mormal,” pungkasnya. []

RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -

Recent Comments