Rabu, Agustus 26, 2026
BerandaPemerintahan14 Gerai Koperasi Merah Putih di Cilegon Rampung, Dinkop Pastikan Tak Gerus...

14 Gerai Koperasi Merah Putih di Cilegon Rampung, Dinkop Pastikan Tak Gerus UMKM Lokal

BCO.CO.ID — Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop-UKM) Kota Cilegon memastikan proyek pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di wilayah Kota Cilegon terus berjalan. Dari puluhan titik yang disiapkan, sebanyak 14 gerai dilaporkan rampung 100 persen, sementara 22 titik lainnya masih dalam proses pengerjaan.

Kepala Dinkop-UKM Kota Cilegon, Suhendi mengungkapkan, penentuan lokasi gerai mayoritas berada di tengah lingkungan masyarakat agar mudah dijangkau. Penentuan lokasi pembangunan tidak dilakukan secara sembarangan. Selain aset pemerintah daerah, pembangunan gerai juga dapat memanfaatkan lahan milik perusahaan, termasuk BUMN maupun perusahaan lainnya.

“Untuk di Cilegon, titik tidak jauh-jauh. Rata-rata masih berada di lingkungan masyarakat,” ujar Suhendi, Rabu 26 Agustus 2026.

iklan

Terkait pengerjaan fisik, Suhendi menjelaskan bahwa pembangunan dilakukan oleh pihak Agrinas dengan pendampingan TNI. Dinas Koperasi sendiri berfokus pada kesiapan operasional dan pemanfaatan gerai bersama pengurus.

Meski sejumlah bangunan gerai telah selesai, Suhendi mengungkapkan hingga saat ini gerai-gerai tersebut belum seluruhnya mulai beroperasi. Ia mengatakan, operasional gerai baru akan dilakukan setelah proses peluncuran dan suplai barang selesai. Pasokan barang diperkirakan mulai masuk sekitar akhir September atau awal Oktober 2026.

“Kemungkinan setelah launching dan barang disuplai, baru koperasi mulai beroperasi,” katanya.

Menurutnya, keberadaan koperasi tidak harus dipandang sebagai ancaman bagi pelaku UMKM. Persaingan usaha merupakan hal yang wajar selama berlangsung secara sehat. “Kalau namanya usaha, yang penting sehat dan tidak ada masalah,” ujarnya.

Jam operasional koperasi nantinya juga tidak akan sama dengan warung masyarakat yang dapat buka selama 24 jam. Selain itu, koperasi diarahkan menjual barang dengan harga yang sesuai ketentuan, termasuk mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET).

Dengan pasokan barang yang bersumber langsung dari Bulog, koperasi diharapkan dapat memperoleh harga yang lebih rendah sehingga tetap memiliki margin sekaligus membantu menjaga kestabilan harga kebutuhan masyarakat. []

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

- Advertisment -

Recent Comments