BCO.CO.ID – Keberadaan industri besar di wilayah Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, ternyata belum sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar.
Wakil Ketua II DPRD Kota Cilegon Masduki, menemukan fakta miris di mana masih terdapat warga yang mengalami stunting di tengah kepungan kawasan industri besar dengan investasi triliunan rupiah tersebut.
Temuan tersebut didapat setelah Masduki melakukan peninjauan langsung ke pemukiman warga di Lingkungan Pengabuan. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan adanya persoalan serius dalam penyaluran tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). “Industri yang ada di Gunung Sugih ini cukup banyak dan luar biasa. Makanya di tengah-tengah industri yang cukup luar biasa ini, masih ada masyarakat kita yang stunting, berarti perlu dikoreksi sistem distribusi CSR-nya,” kata Masduki, Senin 10 Agustus 2026.
Berdasarkan pengakuan dari pengurus RT dan ibu rumah tangga yang anaknya mengalami stunting, hingga saat ini belum ada bantuan atau intervensi langsung dari pihak industri terdekat. Masduki menilai hal ini mengindikasikan adanya komunikasi yang tersumbat antara pihak perusahaan dan lingkungan sosial di sekitarnya.
Ia menekankan bahwa Dinas Kesehatan Kota Cilegon sebenarnya telah melakukan langkah penanganan. Namun, peran aktif dari sektor swasta atau industri tetap sangat dibutuhkan untuk mempercepat pengentasan stunting
.”Kami berharap industri jangan tutup telinga dan tutup mata seolah-olah sudah paling benar. Keberadaan mereka berada tepat di tengah-tengah masyarakat. Bahkan ada klaim bahwa bagian humas perusahaan sudah diisi warga lokal, tapi buat apa kalau ada warga yang membutuhkan bantuan seperti ini saja tidak tahu dan tidak pernah turun ke lapangan,” tegasnya.
Selain menyoroti kepekaan industri, Masduki juga mengkritik pola penyaluran CSR yang selama ini menerapkan sistem satu pintu melalui forum komunikasi industri. Ia menduga mekanisme yang ada saat ini belum efektif. “Pola hari ini perlu dievaluasi, kita ingin tahu seperti apa distribusi dana CSR mereka. Alokasi dana CSR itu jelas fokus utamanya untuk pendidikan, kesehatan, dan pelayanan langsung kepada masyarakat,” terang Masduki lagi.
Guna menyelesaikan persoalan ini secara mendasar, DPRD Kota Cilegon berencana memanggil seluruh perwakilan industri yang beroperasi di wilayah Gunung Sugih untuk hadir ke gedung parlemen.[]
