BCO.CO.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon mengungkapkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026 masih menunjukkan capaian yang rendah. Rata-rata nilai siswa untuk mata pelajaran Matematika maupun Bahasa Indonesia hanya berada di angka 40 dari skala 100.
Kepala Dindikbud Kota Cilegon, Heni Anita Susila mengatakan, hasil tersebut menjadi perhatian serius karena menunjukkan kemampuan akademik siswa masih perlu ditingkatkan. “Hasil tes kemampuan anak-anak kita untuk mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia ini sangat kurang,” kata Heni kepada awak media, Selasa 2 Juni 2026.
Menurut Heni, hasil TKA digunakan sebagai salah satu instrumen untuk memetakan kemampuan akademik siswa. Selain itu, nilai TKA juga dapat menjadi acuan validasi nilai rapor, pendukung Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 jalur prestasi, serta bahan evaluasi capaian pembelajaran peserta didik.
Ia menjelaskan, hasil TKA dikelompokkan ke dalam tiga kategori, yakni Baik, Memadai, dan Kurang. Meski rata-rata nilai siswa masih rendah, Heni menegaskan kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Kota Cilegon. “TKA ini baru pertama kali diadakan, mungkin anak-anak agak kaget juga. Tetapi kami akan berupaya dan mengevaluasi apa yang sebetulnya terjadi ketika nilai anak-anak ini kurang,” ujarnya.
Di sisi lain, Heni menyebut masih terdapat sejumlah siswa di Kota Cilegon yang mampu meraih hasil baik bahkan istimewa dalam pelaksanaan TKA tersebut. Untuk itu, Dindikbud Cilegon akan melakukan analisis menyeluruh terhadap hasil TKA.
“Kami akan melihat lebih detail peta kemampuan akademik anak-anak di Cilegon sehingga bisa menjadi bahan evaluasi dan perbaikan ke depan agar hasilnya lebih maksimal,” pungkasnya.[]
