Sabtu, April 18, 2026
BerandaEkonomi BisnisInflasi di Kota Cilegon Menyentuh 1,67 Persen di Tengah Gelombang PHK

Inflasi di Kota Cilegon Menyentuh 1,67 Persen di Tengah Gelombang PHK

BCO.CO.ID – Di tengah pelambatan pertumbuhan ekonomi dan gelombang PHK yang terjadi di Kota Cilegon, kondisi inflasi di wilayah ini dianggap masih terkendali apabila dibandingkan dengan kondisi inflasi secara nasional yang menyentuh angka 2,5 persen.

Untuk mengantisipasi kenaikan inflasi ke depan, Pemerintah Kota Cilegon bakal memaksimalkan peran pemberdayaan Unit Pelayanan Tekhnis Pengelola Dana Bergulir (UPT PDB) guna membantu para pedangang menyetok bahan kebutuhan pokok.

Demikian hal tersebut diungkapkan, Plt ASDA II Pemkot Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra usai mengikuti rapat pengendalian inflasi di Kantor Walikota Cilegon, Rabu 30 Juli 2025.

Menurut Aziz, saat ini inflasi di Kota Cilegon menyentuh angka 1,67 persen atau lebih rendah daripada tingkat nasional. “Alhamdulillah Kota Cilegoni bulan Juni ini tingkat inflasinya masih diambang yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Kalau pemerintah pusat kan 2,5 persen, kita 1,67 persen,” kata Ahmad Aziz Setia Ade Putra.

Aziz menjelaskan, bawang dan cabai masih menjadi barang yang menyumbang angka inflasi. Oleh sebab itu, pemberdayaan UPT PDB dinilai bisa mengendalikan harga dengan pola meminjamkan barang ke para pedagang dan bisa dibayar setelah barang yang dipinjam sudah laku terjual. Hal ini juga dilakukan untuk menjamin para petani supaya tidak kesulitan menjual hasil pertaniannya.

“Kalau PDB di Dinas Kooperasi. Dan kebetulan kan masih ada dana yang tersimpan di PDB, itu bisa dioptimalkan. Sekarang kan sudah berjalan,” jelasnya.

Masih kata Aziz, pertumbuhan ekonomi di Kota Cilegon menunjukkan tren yang lebih baik. Sebab pada Februari 2025 lalu, Kota Cilegon mengalami deflasi sekitar 0,9 persen.

Aziz juga merespons soal gelombang PHK yang terjadi akhir-akhir ini di Kota Cilegon yang bisa mempengaruhi angka inflasi. Menurutnya, nilai inflasi bisa berpengaruh apabila yang di PHK merupakan warga Cilegon itu sendiri. Namun apabila buruh yang di PHK bukan warga Cilegon, maka nilai inflasinya akan sangat sedikit.

“Hanya saja PHK-nya orangnya orang mana. Kalau orang Cilegon berpengaruh, tapi kalau yang di PHK bukan orang Cilegon ya sedikit pengaruhnya,” pungkasnya. []

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

- Advertisment -

Recent Comments