Senin, Mei 25, 2026
BerandaKesehatanDKPP Sidak Lapak Hewan Kurban di Makam Balung, Penjual Curhat Harga Makin...

DKPP Sidak Lapak Hewan Kurban di Makam Balung, Penjual Curhat Harga Makin Mahal

BCO.CO.ID – Petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cilegon, melakukan inspeksi mendadak ke salah satu lapak penjualan hewan kurban di Makam Balung, Kelurahan Taman Baru, Kota Cilegon, Selasa 20 Mei 2025.

Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap belasan ekor hewan kurban seperti sapi, kerbau, dan kambing. Pemeriksaan kesehatan ini dilakukan, untuk memastikan kesehatan hewan kurban yang akan disembelih pada Idul Adha nanti tidak terkontaminasi virus atau penyakit berbahaya.

Dokter Hewan pada DKPP Kota Cilegon Dina Safitri menyampaikan, sejauh ini pihaknya belum mendapati adanya hewan kurban yang mengalami sakit. Pemeriksaan di setiap lapak juga, sudah berlangsung selama dua hari penuh dan akan berlanjut sampai menjelang Hari Raya Idul Adha.“Kita tidak menemukan penyakit yang membahayakan ya, karena memang sebagian besar sapi ini sudah melewati vaksinasi, kemudian pemeriksaan hewan yang sangat ketat dari daerah asalnya,” ujar Dina Safitri.

Dia menjelaskan, pihaknya masih mewaspadai penyakit PMK dan LSD yang menyerang hewan. Pasalnya menurut Dina, Indonesia belum sepenuhnya bebas dari penyakit tersebut. Selain itu juga, kata Dina, pasokan hewan kurban untuk di wilayah Kota Cilegon mayoritas berasal dari wilayah Pulau Sumatera.

“Tapi dipastikan untuk sapi-sapi yang ada di kota Cilegon ini, sudah diberikan vaksinasi PMK dan LSD. Dan mudah-mudahan tidak ada kasus yang muncul pada saat menjelang hari kurban,” terangnya.

Sebagai informasi, hewan kurban yang terjangkit penyakit bisa dilihat oleh mata telanjang. Adapun ciri-cirinya, nafsu makan menurun, aktivitas yang berkurang, atau hewan kurban lesu dan lemas. Lalu, air liur yang berlebih hingga luka busuk pada kaki hewan kurban.

Di tempat yang sama, penjual hewan kurban Heri Waluyo bilang, animo masyarakat untuk berkurban di tahun ini berkurang bila dibangdingkan tahun sebelumnya. Selain itu kata Heri, harga jual hewan kurban juga jauh lebih mahal. “Karena mungkin faktor kebutuhan, lalu harga hewan juga semakin meningkat sekitar 10 persen,” ucap Heri Waluyo.

Dia berujar, biasanya ia menyediakan 100 ekor hewan kurban berbagai jenis. Namun untuk saat ini karena harganya jauh lebih mahal, ia terpaksa mengurangi hewan kurban untuk di jual. “Biasanya 100 ekor, tahun ini yang terdata 70 ekor,” jelasnya. []

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

- Advertisment -

Recent Comments