BCO.CO.ID – Suami korban rumah tertimpa pohon tumbang di Lingkungan Cilodan, Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, yakni Juli Hermanto (39), mengaku sedang bingung mencari biaya untuk operasi istrinya Nike Yuni Safrina (45) yang saat ini dirawat di RSUD Cilegon.
Menurut Juli, ia dan istrinya sudah enam tahun tinggal di wilayah tersebut namun belum mengurus keperluan administrasi kependudukan. Selain itu, ia juga tidak mempunyai asuransi BPJS Kesehatan untuk keperluan istrinya melakukan operasi pada bagian kepalanya usai tertimpa dinding dapur saat pohon kelapa roboh menimpa rumah kontrakan yang ditempatinya.
“Kata dokter kalau dari hasil lab harus operasi, dari kemarin bingung karena enggak punya BPJS Kesehatan sedangkan saat ini posisinya urgent. Ini aja pakai umum, udah abis sekitar Rp4 juta gimana kalau operasi, ibaratnya ini musibah bencana alam,” ujar Juli Hermanto, kepada BCO Media, Minggu 27 April 2025.

Menurutnya, pada saat kejadian ia sedang berada di dalam kamar. Sementara ketiga anaknya sedang di ruang lain dan istrinya sedang memasak di dapur. Juli berujar, besar kemungkinan istrinya terluka karena tertimpa dinding dapur yang rusak saat pohon kelapa dibelakang rumahnya itu ambruk. “Kena dinding, kan pecahan dinding itu tajam. Saya di kasih waktu sampai Selasa dari rumah sakit, makanya ini lagi bingung,” ungkapnya.
Juli mengakui, saat ini ia dan istrinya masih tercatat sebagai warga Kota Batam, Kepulauan Riau. Juli juga bilang, ia sudah sembilan tahun menunggak iuran BPJS Mandiri. Karena kondisi yang menimpa istrinya, ia berharap ada bantuan demi meringankan biaya operasi istrinya tersebut. Apalagi, anak-anaknya selalu merindukan ibunya yang dirawat di rumah sakit akibat kejadian tersebut.
Sebelumnya diberitakan, Nike Yuni Safrina mengalami luka parah pada bagian kepala karena tertimpa reruntuhan dinding akibat pohon kelapa dibelakang rumah kontrakannya roboh pada Jum’at sore 25 April 2025 lalu. []
