Kamis, April 23, 2026
BerandaAdvertorialLulus Kurasi, Produk UMKM Cilegon Masuk Pasar Korsel dan AS

Lulus Kurasi, Produk UMKM Cilegon Masuk Pasar Korsel dan AS

CILEGON.BCO.CO.ID – Sejumlah produk binaan Dinas Koperasi dan UKM Kota Cilegon telah lulus kurasi dan siap dipasarkan di Negara Korea Selatan serta di Amerika Serikat. Produk itu terdiri dari jenis kerajinan yang akan dipasarkan di 51 negara bagian di Amerika Serikat dan diproduksi oleh warga Kota Cilegon di antaranya, Momima by Irma (Halfmoon Frame Bag Ecoprint, Macaroon Bag Ecoprint, dan Gwen Clutch Ecoprint), Ita Stone Art (Scraft Tenun Baduy), Yuki Handmade (Scrunchie Ecoprint), La Tazha (Table Runner & Cushion Cover Set Tenun Baduy). Sementara untuk Brand produk makanan ringan ke Korea Selatan yakni, Umi Fathi (Singkong Dadu), Hanna Koe (Keripik Daun Singkong), Efain (Gipang), Rijiq (Teri Nasi), Ika Ke (Gipang Singkong), dan Bu Deddy’s (Banana Caramel Chip).

 

Pengembang Kewirausahaan Ahli Muda pada Dinas Koperasi dan UKM Kota Cilegon Teti Hartati mengatakan, produk-produk lokal yang berhasil menembus pasar internasional itu tak lepas dari dukungan program Wali Kota Cilegon Helldy Agustian melalui sejumlah upaya untuk memberdayakan pelaku UMKM. “Dengan adanya dukungan dari Bapak Wali Kota (Helldy Agustian-Red), semoga produk-produk UMKM Cilegon diterima di luar negeri,” kata Teti Hartati, Selasa 28 Februari 2023.

iklan

Selain di dukung penuh oleh Wali Kota Cilegon, lanjut Teti, keberhasilan produk UMKM yang menembus pasar internasional juga tak lepas dari berbagai usaha dan inovasi yang dilakukan Pemerintah Kota Cilegon terutama Dinas Koperasi dan UKM Kota Cilegon. Tentunya, dia berharap jika produk UMKM asal Kota Cilegon bisa ekspor. “Mudah-mudahan bisa go ekspor harapannya, dan ini juga membuktikan produk dari kita siap bersaing di pasar luas,” jelasnya.

Di lain sisi, pihaknya juga akan memboyong 15-20 produk UMKM untuk dipamerkan di Kementerian Agama RI dalam rangka mengikuti program sertifikasi halal. Ia menambahkan, pemerintah saat ini memiliki 1 juta sertifikasi halal gratis sehingga membuat DinkopUKM Kota Cilegon ingin mengambil peluang tersebut. “Kita ambil peluang itu dan nanti difasilitasi oleh kementerian, dan dibiayai oleh kementerian,” imbuhnya.

Masih kata Teti, produk yang dipamerkan di kementerian juga banyak diikuti oleh pelaku UMKM yang menerima manfaat pinjaman dana bergulir Kartu Cilegon Sejahtera (KCS). “Ada beberapa produk dari pelaku penerima manfaat KCS, memang enggak semua. Tapi ini salah satu bentuk upaya Pemkot Cilegon dalam memberdayakan UMKM,” pungkasnya. [ADV]

RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -

Recent Comments