Selasa, Februari 24, 2026
BerandaPendidikanWaspada Jeratan Pinjol, Dindikbud Cilegon Imbau Guru Kelola Keuangan dengan Bijak

Waspada Jeratan Pinjol, Dindikbud Cilegon Imbau Guru Kelola Keuangan dengan Bijak

BCO.CO.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon mendesak para guru untuk memiliki pengelolaan keuangan yang cerdas, guna membentengi diri dari jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal maupun legal yang berpotensi membebani. Imbauan ini disampaikan menyusul mencuatnya isu ditingkat nasional mengenai tingginya angka keterlibatan tenaga pendidik dalam kasus pinjol.

Kepala Dindikbud Kota Cilegon, Heni Anita Susila mengungkapkan, persoalan pinjol menjadi perhatian serius di tingkat nasional karena data menunjukkan angka keterlibatan guru yang signifikan. “Di Cilegon hingga saat ini belum ada laporan. Tadi membahas di Indonesia, data OJK ada 42 persen guru di Indonesia yang pinjol,” kata Heni Anita Susila, Senin 25 November 2025.

Meski demikian, Heni menegaskan situasi di Kota Cilegon saat ini relatif kondusif. “Tapi saat ini Cilegon belum ada kasus, kasus-kasus yang lain mungkin ada. Dilaporkan, damai, tidak ada kasus-kasus yang menonjol di Cilegon,” ujarnya.

iklan

Ia menambahkan, para pendidik agar mengendalikan gaya hidup dan kebutuhan sehingga tetap proporsional dengan penghasilan. Hal ini menjadi kunci utama untuk menghindari lilitan utang pinjaman daring. “Jadi jangan besar pasak daripada tiang. Sesuai dengan uang yang ada, kebutuhan,” imbuhnya.

Menurutnya, bagi guru yang telah menerima tunjangan sertifikasi, dana tersebut seharusnya bisa dimanfaatkan untuk menutupi kebutuhan mendasar. “Sekarang guru ada juga yang memiliki sertifikasi, tunjangan sertifikat guru itu juga bisa menutupi kebutuhan-kebutuhan. Jangan sampai guru pinjol, karena luar biasa bunganya berlipat-lipat, membebani,” ucapnya.

Heni menekankan pentingnya pengendalian diri dalam aspek finansial. Ia juga berharap, seluruh guru di Cilegon mampu menjaga kesejahteraan finansialnya. Dengan kondisi ekonomi yang stabil, para pendidik dapat fokus sepenuhnya dalam menjalankan tugas mulia mencerdaskan anak bangsa tanpa terbebani masalah utang. “Artinya guru harus bisa gaya hidup sesuai dengan pendapatan yang ada, jangan berlebihan, jangan konsumtif,” tutup Heni. []

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Recent Comments