Jumat, Juli 12, 2024
BerandaTransportasiTrend Baru Nataru, Penyeberang dari Sumatera ke Jawa Lebih Tinggi dari Sebaliknya

Trend Baru Nataru, Penyeberang dari Sumatera ke Jawa Lebih Tinggi dari Sebaliknya

CILEGON.BCO.CO.ID – Hingga H-6, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah menyeberangkan 107 ribu penumpang dan 23 ribu unit kendaraan dari Jawa ke Sumatera, dan sebaliknya tercatat 108 ribu penumpang dan 38 ribu kendaraan telah menyeberang dari Sumatera ke Jawa.

iklan

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengatakan, memasuki periode H-6 layanan Nataru terjadi perubahan tren animo pergerakan penumpang dimana trafik dari Pelabuhan Bakauheni atau Pulau Sumatera lebih tinggi dari Pelabuhan Merak atau Pulau Jawa.

“Kita lihat ada perubahan animo pergerakan masyarakat. Biasanya arus berangkat mengalami kenaikan dari Merak ke Bakauheni, saat ini terjadi sebaliknya. Dan kami prediksikan, trafik penumpang dan kendaraan masih akan meningkat jelang Natal dan Tahun Baru karena animo perjalanan liburan akhir tahun yang berbarengan dengan masa libur anak sekolah,” tutur Shelvy Arifin, Selasa 20 Desember 2022.

Dijelaskan Shelvy, berdasarkan data Posko Merak selama 24 jam (periode 19 Desember 2022 pukul 08.00 WIB hingga 20 Desember 2022 pukul 08.00 WIB) atau H-6, tercatat jumlah kapal yang beroperasi sebanyak 30 unit kapal. Trip kapal juga mengalami kenaikan 22 persen dari 89 trip pada periode sama tahun 2021 menjadi 109 trip.

Adapun realisasi total penumpang mencapai 37.212 orang atau naik 3 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 36.226 orang. Total seluruh kendaraan tercatat 8.295 unit yang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera pada H-6 atau naik 6 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 7.843 unit.

Sedangkan total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera mulai dari H-8 hingga H-6 tercatat 107.765 orang atau naik 1% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 106.766 orang. Dan untuk total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 23.948 unit atau turun 4 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 24.930 unit.

Sebaliknya, data Posko Bakauheni pada H-6 (24 jam) tercatat jumlah kapal yang beroperasi sebanyak 31 unit kapal. Adapun realisasi total penumpang mencapai 34.861 orang atau naik 20 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 29.123 orang. Total seluruh kendaraan tercatat 8.031 unit yang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera pada H-6 atau naik 3 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 7.770 unit.

Sedangkan total penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa mulai dari H-8 hingga H-6 tercatat 108.770 orang atau naik 45% dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 75.054 orang. Dan untuk total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 38.477 unit atau naik 27 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 30.225 unit.

“Ini tren baru, dimana animo pergerakan masyarakat dari Sumatera ke Jawa relatif tinggi. Salah satu pemicunya, kampanye yang mendorong wisata domestik dan telah tersambungnya tol Trans Sumatera dan Tol Trans Jawa, maka semakin banyak masyarakat yang juga memilih berlibur di dalam negeri, membawa keluarga ke destinasi pariwisata favorit dan menggunakan kendaraan pribadi,” jelasnya.

Ia menambahkan, ASDP memastikan prasarana dan sarana penyeberangan di Merak-Bakauheni telah siap, dimana berdasarkan hasil rampcheck yang dilakukan BPTD pada 22 Oktober 2022 untuk kapal, dan 2-4 November 2022 untuk dermaga, tercatat 62 kapal dan 7 dermaga siap beroperasi melayani Nataru.

Puncak arus libur Natal 2022 diperkirakan terjadi pada Jumat 23 Desember 2022 atau H-2 dan Sabtu 24 Desember 2022 atau H-1. Karenanya, kepada seluruh penguna jasa di Sumatera, Jawa dan Bali, diminta untuk mempersiapkan diri dan membeli tiket maksimal H-1 sebelum tiba di pelabuhan sehingga dapat meminimalkan mengalami antrian saat puncak arus berangkat atau pulang.

Shelvy mengatakan, ASDP telah menyiapkan strategi layanan penyeberangan jika kondisi operasi berjalan normal, maka pola pengoperasian kapal akan dilakukan sesuai jadwal. Selanjutnya, jika kondisi operasi berlangsung padat, maka akan dilakukan opsi penambahan jadwal operasi kapal oleh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) selaku regulator, lalu penambahan trip, dan kuota.

“Sedangkan, jika operasi sangat padat, maka pola yang diterapkan adalah akan dilakukan percepatan layanan bongkar muat kapal (port time), penambahan kuota, dan alternatif pelabuhan perbantuan,” tutup dia. []

RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Recent Comments