Minggu, Juli 21, 2024
BerandaHukum & KriminalTNI AL Temukan Kokain 179 Kg, Senilai Rp1,25 Triliun di Perairan Pelabuhan...

TNI AL Temukan Kokain 179 Kg, Senilai Rp1,25 Triliun di Perairan Pelabuhan Merak

CILEGON.BCO.CO.ID – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) berhasil mengamankan narkoba jenis kokain seberat 179 kilogram di perairan sekitar Pelabuhan Merak, Banten, Minggu, 8 Mei 2022 kemarin.

Menurut Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal), Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono, nilai kokain tersebut diperkirakan mencapai Rp1,25 Triliun. “Telah menemukan benda yang mengapung dan mencurigakan berupa 4 buah bungkusan plastik hitam,” ungkapnya lewat konferensi pers di Jakarta, Senin, 9 Mei 2022.

Temuan tersebut, lanjutnya, diangkut ke Markas Komado Lanal Banten untuk dilakukan pemeriksaan.

Kokain tersebut, masih kata Wakasal, ditemukan oleh petugas TNI AL yang sedang melaksanakan tugas patroli menggunakan Kapal Sangiang, Lanal Banten.

“Berawal dari adanya informasi intelijen, bahwa diduga akan ada penyelundupan narkoba melalui penyeberangan Bakauheni-Merak. Sehingga TNI AL dalam hal ini, Sangiang yang masuk jajaran Koarmada I, meningkatkan pengawasan dan pengamanan di Perairan Selat Sunda, serta mengamati setiap kapal feri penyeberangan yang melintas,” ujar Wakasal.

Operasi itu, sambungnya, kemudian membuahkan hasil dengan ditemukannnya 4 (empat) benda mencurigakan, terbungkus plastik yang mengapung di perairan sekitar Pelabuhan Merak, pada koordinat 05″ 55″ 507S – 105″ 59″ 172E oleh Kapal Sangiang Lanal Banten Koarmada I pada hari Minggu 8 Mei 2022, pukul 12.30 WIB.

“Benda mencurigakan tersebut selanjutnya dikoordinasikan dengan pihak BNN Provinsi Banten dan diketahui bahwa barang tersebut merupakan narkoba jenis kokain,” ucapnya.

Hasilnya, didapatkan sejumlah 179 kilogram dengan asumsi harga menurut BNN Rp5-7 juta per gram, sehingga total nilai mencapai Rp1,25 Triliun.

“Ini merupakan modus operandi, cara memasukan barang haram tersebut ke Indonesia. Yaitu dengan melempar barang itu dengan pelampung, dan sudah ada yang akan mengambil barang tersebut,” kata Wakasal.

Wakasal mengatakan, para penyelundup ini diduga telah mempelajari karakteristik arus di Selat Sunda. “Kita ada datanya, bahwa di perairan Indonesia ada arus  pasang surut. Sehingga diperkirakan poisisi barang itu bisa diketahui atau bisa dipakai dengan sinyal, sehingga posisi barang bisa terdeteksi oleh kapal yang akan mengambil,” tambahnya.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Pangkoarmada RI Laksdya TNI Agung Prasetiawan, Pangkoarmada I Laksda TNI Arsyad Abdullah, Kepala Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Pol Kennedy dan Kepala BNN Banten Brigjen Pol Hendri Marpaung. []

RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Recent Comments