Rabu, Mei 27, 2026
BerandaParlemenSosok Nurrotul Uyun: Dari Tenaga Pendidik, Jadi Wakil Ketua DPRD Hingga Menulis...

Sosok Nurrotul Uyun: Dari Tenaga Pendidik, Jadi Wakil Ketua DPRD Hingga Menulis Buku

CILEGON.BCO.CO.ID – Saat pertama menjadi wakil rakyat di tahun 2014, Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon Nurrotul Uyun mengaku tidak pernah membayangkan kalau dirinya bakal menjadi anggota parlemen.

Uyun yang sejatinya merupakan seorang pendidik, tidak pernah tergambar bahwasanya menjadi wakil rakyat memiliki jam kerja yang berbeda.

“Basic saya pengajar, seperti pegawai pada umumnya jam kerja dari pagi ke sore. Saya kira di parlemen sama saja, tapi setelah saya duduk dan menjalaninya, ternyata berbeda, kerjanya bisa siang malam, karena berkaitan dengan penyerapan aspirasi masyarakat,” kata Uyun, Kemarin.

Menurutnya, butuh waktu beberapa pekan agar dirinya bisa menyesuaikan adanya perbedaan tersebut. Suasana lingkungan kerja yang baru, membuatnya mau tidak mau harus langsung beradaptasi dan melakukan akselerasi untuk dapat memahami rincian pekerjaan yang harus dilakukan olehnya.

Atas upaya itu, wajar kalau kemudian Uyun secara ketokohan melesat dan kini menjadi Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon dan mendapatkan penghargaan sebagai tokoh politik perempuan paling berpengaruh di Kota Cilegon dalam ajang BCO Awards, pada perayaan 1 Dekade BCO Media Network.

Tidak hanya itu, Uyun yang merupakan politisi PKS Kota Cilegon ini juga telah meluncurkan buku yang berjudul ‘Catatan Uyun Wanita Kota Baja’.

“Sebenarnya sudah lama saya berkeinginan membuat sebuah buku. Namun karena padatnya sebagai wakil rakyat baru sekarang bisa terwujud. Karena dalam persepsi saya, menulis buku seperti kita memiliki kanvas ide, pikiran dan sejarah kita,” ungkapnya.

Setelah menulis buku pertamanya, Uyun mengaku tengah menulis buku keduanya yang masih seputar perjalanan kehidupannya.

“Insya Allah, buku kedua dan seterusnya akan berlanjut. Paling tidak untuk menuliskan sejarah pribadi saya tentang posisi sebagai anggota parlemen, ibu rumah tangga, dan sebagai istri,” kata Uyun.

Menurutnya, buku kedua merupakan kelanjutan dari buku pertama yang masih seputar catatan pribadi mulai dari sebagai ibu rumah tangga, istri, ibu dan sebagai anggota dewan.

“Saya ingin membuat serial catatan tentang saya pribadi, paling tidak menuliskan sejarah pribadi saya untuk bisa dibaca anak-anak, syukur-syukur menginspirasi orang lain,” jelasnya. []

RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -

Recent Comments