CILEGON.BCO.CO.ID – Program mengaji atau membaca kitab suci Al Quran untuk para narapida di Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Serang membuahkan hasil positif bagi perubahan warga binaan yang ada di wilayah ini. Para narapidana ini bahkan melampaui target yang ditentukan yakni sudah 5 kali khatam baca Al Qur’an.
Salah satu warga binaan kasus narkoba Idris MF mengatakan, awalnya program mengaji ini diinisiasi oleh pihak Rutan yang mencari warga binaan yang bisa mengaji. Diketahui, ternyata ada sebanyak 11 orang napi yang dapat membaca kitab suci umat muslim tersebut. “Ada 11 orang setiap malam kita mulai dari jam 20.00 WIB sampai dengan jam 23.00 WIB program tadarus,” kata Idris, kepada wartawan, Jum’at 22 April 2022.
Ia mengungkapkan, sampai saat ini para narapidana yang melakukan tadarus bersama itu sudah mengkhatamkan baca Al Quran sebanyak 6 kali. “Alhamdullilah sampai sekarang kita sudah khatam 5 kali bahkan malam ini sudah 6 kali khatamnya,” tuturnya.

Sebelumnya, diungkapkan Idris, program mengaji dari Rutan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menargetkan sebanyak 5 kali khatam baca Al Quran. Akan tetapi saat ini sudah melampaui batas target, hal ini juga akhirnya meruberubah target menjadi 8 kali khatam baca Al Quran sepanjang Ramadhan.
“Awalnya ditarget 5 kali, jadi sekarang sudah melampaui batas, akhirnya di target 8 kali khatam Al Quran selama bulan Ramadhan ini,” ujarnya.
Idris mengungkapkan, pola baca Al Quran yang dilakukan di Rutan Klas IIB Serang kepada narapidana, yakni secara paralel atau penugasan setiap orangnya.
“Jadi pola pembaca Al Quran yaitu bertahap, tapi yang sekarang di praktekan dengan paralel yang kita lakukan setiap malam. Jadi kita bagi 11 orang, kita bagi per surat atau per juz, jadi setiap tiga hari itu sudah khatam 1 kali,” tambahnya.
Di tempat sama, tahanan lainnya yang ikut membaca Al Quran seperti Muhammad Abdul Goni (38) juga menceritakan, keinginan ia ikut membaca Al Quran lantaran tidak ada kegiatan lain.
“Hanya kepingin saja, kebetulan disini juga kegiatannya hanya makan tidur saja, tidak ada kegiatan lain. Dari pada ngobrol dan nganggur mendingan ikut pengajian awalnya,” katanya.
Pria yang terjerat kasus narkoba ini mengaku tenang setelah ia ikut dalam kelompok pembaca Al Quran. “Hati saya sangat tenang ketika membaca Al Quran dan apalagi saya ketika ada masalah, dari pada ngelamun hati menjadi resah,” tuturnya.
Sementara, Kepala Rutan Kelas IIB Serang Dody Naksabani mengaku senang karena WBP di Rutan Klas IIB Serang ada yang khatam Al Quran, meski hanya 11 orang.
Para WBP yang khatam Al Quran dengan cara dibaca, lanjut Dody, itu merupakan mayoritas kasus narkoba. “Ke 11 orang itu mereka kasusnya rata-rata narkoba. Mereka itu bukan pengedar, tapi mereka adalah pengguna. Kami bersyukur, mereka berubah,” pungkasnya. []
