Senin, Mei 20, 2024
BerandaEkonomi BisnisPermintaan Meningkat, Penjual Oksigen di Cilegon Kewalahan Layani Konsumen

Permintaan Meningkat, Penjual Oksigen di Cilegon Kewalahan Layani Konsumen

CILEGON, BCO.CO.ID – Peningkatan kasus Covid-19 di Kota Cilegon dan beberapa daerah di Jabodetabek, membuat pedagang oksigen kewalahan melayani permintaan dari para pelanggannya. Bahkan pembeli juga tak hanya datang dari Kota Cilegon, namun banyak juga dari wilayah DKI Jakarta.

Selain permintaan yang banyak, penjual juga kesulitan mendapatkan pasokan barang seperti tabung oksigen, regulator, dan sejumlah barang lainnya dari distributor di kota besar.

Seperti dialami oleh Dimas, pemilik Toko Alat Kesehatan Tropicalmed yang terletak di Komplek Perumahan Metro, Kelurahan Gedong Dalem, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon. Dalam sebulan terakhir, Dimas mengaku konsumennya naik tiga sampai empat kali lipat jika dibandingkan pada saat awal-awal Covid-19.

iklan
iklan

Meskipun terjadi kelangkaan dan kewalahan menghadapi permintaan pelanggan, namun Dimas enggan menaikan harga oksigen yang saat ini banyak diburu oleh warga terutama yang sedang melakukan isolasi mandiri karena Covid-19. “Di saya masih sama sistemnya, harga juga belum saya naikin selama dari distributor pasokannya masih normal. Cuman memang dari pelanggan itu meningkat bisa 3-4 kali lipat selama sebulan ini,” kata Dimas, kepada BCO Media, Rabu 07 Juli 2021.

iklan

Dikatakan, selam ini ia mendapat pasokan gas oksigen dari stasiun di kawas industri. Sementara untuk tabung dan perlengkapan lainnya, ia mendapatkannya dari distributor di Jakarta, akan tetapi saat ini Dimas sendiri sudah tidak menjual tabung dan perlengkapannya karena harganya lebih serta barang yang sulit di dapat. “Kalau untuk tabung, regulator itu barang sudah langka. Kalaupun ada itu harganya mahal. Untuk ukuran satu meter kubik saja sekarang satu set bisa Rp5 juta, kalau dulu Rp950 ribuan,” jelasnya.

iklan

Dimas mengungkapkan, jika dibandingkan sebelum seperti saat ini, ia biasa melakukan isi ulang oksigen satu hari sekali. Namun untuk saat ini, ia harus melakukan pengisian ulang oksigen lebih dari satu kali per hari. “Kalau sekarang setengah hari aja sudah habis. Kalau saya jual isi yang satu meter kubik itu harganya Rp53 ribu, kalau yang gede Rp90 ribu,” imbuhnya.

Dimas menekankan, selama ini konsumen banyak yang tidak tahu menggunakan tabung oksigen untuk pasien yang menjalani isolasi mandiri. Menurutnya, dari tabung satu meter kubik itu hanya bertahan selama 3 jam. Selain itu banyak juga dari konsumennya yang tidak mengetahui bagaimana memasang alat tersebut dengan benar. “Kebanyakan dari konsumen itu enggak tahu cara penggunaannya dan kebutuhannya, padahal kalau yang ukuran satu meter kubik itu hanya bertahan 3 jam saja. Lagipula regulator juga harus diperhatikan,” pungkasnya. []

RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Recent Comments