Senin, April 15, 2024
spot_img
BerandaIndustriNgadu ke Walikota, Karyawan PT Artas Energi Petrogas Mengaku Belum Digaji 10...

Ngadu ke Walikota, Karyawan PT Artas Energi Petrogas Mengaku Belum Digaji 10 Bulan

CILEGON, BCO.CO.ID – Puluhan karyawan PT Artas Energi Petrogas Cilegon, ramai-ramai mendatangi Pemkot Cilegon untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah karena belum mendapat gaji dari perusahaan tempatnya bekerja selama 10 bulan, terhitung sejak Juni 2020 hingga Maret 2021.

Chiko Akbar Sobari, salah seorang karyawan mengatakan, pihaknya datang ke tempat tersebut untuk mengadu sekaligus meminta bantuan Wali Kota Cilegon Helldy Agustian perihal kondisi gaji ratusan karyawan PT. Artas Energi Petrogas Cilegon yang belum dibayarkan.

Dikatakan, ada 120 karyawan belum menerima upah selama 10 bulan terakhir. Menurut Ciko, Perusahan beralibi karena terdampak wabah Covid-19 yang sampai saat ini belum mereda. “Kedatangan ke Walikota Cilegon mau curhat ke Pak Wali, bahwa di Cilegon ada perusahaan yang bandel. Sekitar 120 orang karyawannya tidak digaji selama 10 bulan terakhir,” kata Chiko di Pemkot Cilegon, Senin 29 Maret 2021.

iklan

Chiko mengaku, ia bersama dengan puluhan karyawan lainnya sudah melakukan berbagai upaya agar hak mereka dibayar perusahaan. Namun, kata Ciko, sampai saat ini belum mendapatkan kepastian dari managemen perusahaan. Selain diungkapkannya, tunjangan hari raya untuk tahun 2020 sampai saat ini tidak dibayar oleh perusahaan.

“Selain tidak digaji, THR (Tunjangan Hari Raya) 2020, Premi BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan tidak pernah dibayarkan. Status karyawan digantung, dipekerjakan tidak, di PHK juga tidak,” ungkapnya.

Karyawan yang tidak digaji, lanjut Chiko, hampir di semua bagian. Baik operator lapangan maupun yang ada di kantor. “Kita minta kejelasan status, jangan digantung seperti saat ini,” Chiko menandaskan.

Di tempat yang sama, Sekertaris SPKEP SPSI Kota Cilegon Eko menyatakan, telah melakukan pendampingan terhadap ratusan karyawan yang belum menerima gaji dari PT. Artas Energi Petrogas Cilegon. Ia juga menilai, perusahaan setengah hati dalam hal memberikan kewajibannya terhadap karyawan. Selain itu, Eko juga tidak membantah terkait alasan perusahaan yang tidak membayar gaji karyawannya karena sedang mengalami kesulitan keuangan akibat Pandemi Covid-19.

“Dengan persoalan ini memang kita melihat PT Artas itu kesannya setengah hati untuk menyelesaikan kasus ini. Informasi yang kita dapatkan, jadi mereka (PT Artas Energi Petrogas Cilegon-red) kesusahan dalam hal finansial pendanaan operasional perusahaan,” ucap Eko, Sekertaris SPKEP SPSI Kota Cilegon.

Tak hanya itu, Eko menyayangkan sikap Disnaker Kota Cilegon yang hanya mengupayakan penyelesaian gaji karyawan. Padahal lanjut Eko, ada yang lebih penting yakni terkait kejelasan status karyawan di perusahaan itu.
“Jadi yang dikeluarkan Disnaker hanya sebatas upahnya saja, tapi kejelasan mengenai status mereka (karyawan-red) seperti apa itu tidak ada kejelasan,” imbuhnya.

Eko mengatakan, dari 120 karyawan yang belum mendapatan upah dari perusahaan itu ada sebagian karyawan yang statusnya sebagai pekerja permanen. “Mereka itu sebagian udah permanen di PT Artas,” pungkasnya. []

RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Recent Comments