Senin, April 15, 2024
spot_img
BerandaCuacaMusim Peralihan Cuaca, Waspada “Teror” Ular di Permukiman

Musim Peralihan Cuaca, Waspada “Teror” Ular di Permukiman

CILEGON, BCO.CO.ID – Musim peralihan musim dari kemarau ke musim hujan sudah mulai dirasakan oleh beberapa daerah di Banten. Biasanya, pada musim peralihan ini banyak dampak yang dirasakan oleh warga setempat. Baik secara kesehatan atau pun peristiwa yang terjadi.

Selain itu pada musim peralihan tersebut, biasanya juga banyak didapati spesies hewan melata yang masuk permukiman penduduk, seperti ular atau serangga berbahaya lainnya.

Dalam laporan pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cilegon, tercatat beberapa kali tim pemadam mengevakuasi hewan melata yang berbahaya masuk ke rumah warga ataupun spesies lain yang dapat mengancam keselamatan manusia.

iklan

“Kalau musim peralihan ini yang harus diwasapadai adalah, biasanya banyak ular yang datang ke permukiman warga,” kata Eko Siswanto, Kasie Operasi Pemadaman dan Kesiapsiagaan pada DPKP Kota Cilegon, kepada BCO, Senin 30 November 2020.

Kata Eko, musim peralihan cuaca ini membuat ular yang berada di hutan atau semak-semak datang ke permukiman penduduk karena habitatnya yang rusak akibat terendam air atau longsor. Sehingga membuat hewan melata ini mencari tempat hidup yang baru.

“Mungkin butuh tempat yang hangat dan sedikit lembab akhirnya mencari tempat lain, biasanya kalau di permukiman kita temukan di tempat-tempat barang bekas yang dibiarkan terbengkalai. Pada musim seperti ini juga, telur ular biasanya mulai menetas,” jelasnya.

Oleh sebab itu, sambung Eko, apabila ada warga yang menemukan hewan melata di permukiman penduduk lebih baik jangan di bunuh. Tetapi dilaporkan ke pihak DPKP Cilegon untuk di evakuasi.

“Jangan dibunuh kalau bisa. Itu kan mahluk hidup juga sama seperti kita. Cuma nyari tempat aja. Ada baiknya laporkan ke kita biar dievakuasi,” tutur Eko.

Eko menyarankan, warga harus senantiasa dapat membersihkan lingkungannya dari barang-barang bekas yang terbengkali sehingga tidak digunakan oleh ular sebagai tempat hidup baru.

“Intinya kita saling menjaga, di alam ini kita hidup berdampingan dengan mahluk hidup ciptaan Allah yang lain,” pungkasnya. []

RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Recent Comments