CILEGON, BCO.CO.ID – Sekitar belasan kepala keluarga (KK) di Kota Cilegon yang meninggal akibat terinfeksi Covid-19 belum mendapatkan santunan kematian. Hingga tahun ini pemerintah pusat belum mengucurkan anggaran untuk para keluarga yang meninggal akibat Covid-19 tersebut.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon Ahmad Jubaedi mengaku, telah mengusulkan penerima santunan untuk 15 KK yang meninggal dunia akibat Covid-19.

“Sebenarnya, kami telah mengusulkan 15 KK yang menerima bantuan santunan kematian dari Kementrian Sosial RI. Santunan kematian ini berdasarkan surat edaran Kementrian Sosial,” kata Ahmad Jubaedi, Kadinsos Cilegon, di kantornya, Kamis 18 Februari 2021.

Dikatakan, untuk satu kepala keluarga (KK) akan menerima santunan kematian akibat Covid-19 sebesar Rp 15 juta. Namun hingga kini, pihaknya belum mendapatkan informasi terkait pencairan santunan tersebut.

“Sejak tahun lalu hingga tahun ini belum ada informasi adanya pencairan santunan sebesar Rp 15 juta dari pemerintah pusat. Kami sendiri belum mengetahui apa penyebab belum cairnya anggaran santunan untuk keluarga pasien yang meninggal akibat Covid-19 ini,” ujarnya.

Kendati belum mengetahui waktu pencairan santunan untuk korban Covid-19, lanjut Jubaedi, Dinsos Kota Cilegon terus mengusulkan data penerima santunan korban Covid-19 melalui Dinsos Provinisi Banten.

“Meski kondisinya dari pusat belum ada kejelasan kapan waktu pencairan santunan itu cair, kita terus usulkan ke Dinas Sosial Provinsi Banten. Karena, pemerintah pusat yang memiliki anggaran untuk memberikan santuan tersebut,” imbuhnya.

Menurutnya, Pemerintah Kota Cilegon telah mengalokasikan anggaran untuk keluarga pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2020.

“Jadi untuk mengantisipasi terjadinya tumpang tindih antara Pemda dan Kemensos akhirnya anggaran dari APBD Kota Cilegon ditiadakan. Jadi, untuk anggaran kematian hanya bersumber dari Kemensos sebesar Rp15 juta per KK,” tandasnya. []