BCO.CO.ID – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Analis Kimia (STAK) Cilegon menggelar aksi di depan Kantor Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Senin 15 September 2025.
Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap dugaan pungutan liar (pungli) dan buruknya pelayanan publik di kelurahan.
Ketua BEM STAK Cilegon Syafa’atul Amin menyampaikan, kelurahan seharusnya menjadi garda terdepan dalam melayani masyarakat. Namun, menurutnya, kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik. “Warga dibebani pungutan yang tidak jelas, pelayanan lamban, dan sikap aparatur yang tidak profesional. Itu bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat,” tegas Amin.
Empat tuntutan mahasiswa dalam aksi tersebut, yakni menghentikan segala bentuk pungli yang merugikan masyarakat. Memberikan pelayanan yang cepat, ramah, transparan, dan sesuai aturan.
Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja lurah dan aparat kelurahan. Menuntut Wali Kota Cilegon menindak tegas ASN yang tidak menjalankan tugas.Amin menegaskan, pihaknya akan terus mengawal kasus ini sampai ada perubahan nyata.
“Kami tidak ingin masyarakat kecil terus ditindas,” lanjutnya.
Aksi ini menambah panjang daftar sorotan terhadap pelayanan di Kelurahan Cibeber. Sebelumnya, Wali Kota Cilegon Robinsar sempat melakukan sidak dan menemukan lurah tidak di tempat. Inspektorat Kota Cilegon juga sudah memanggil Lurah Cibeber TB Nasrullah untuk klarifikasi. []
