Sabtu, Juni 15, 2024
BerandaPendidikanKembangkan Detektor Asap Rokok, Sekolah Ini Sabet Juara I Tingkat Provinsi Banten

Kembangkan Detektor Asap Rokok, Sekolah Ini Sabet Juara I Tingkat Provinsi Banten

CILEGON, BCO.CO.ID – Tiga orang siswi tingkat akhir atau kelas 12 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Cilegon Cahaya Setyo Ningrum, Jihan Prihatini dan Ulfatul Adawiyah berhasil membuat terobosan di bidang tekhnologi dengan berinovasi mengembangkan alat deteksi asap rokok di sekolah.

Tak tanggung-tanggung, alat sederhana yang dibuat dengan biaya Rp500 ribu rupiah inipun menjadi primadona sehingga bisa meraih juara I dalam perlombaan Inovasi Teknologi Tepat Guna Tingkat Provinsi Banten untuk kategori pelajar.

Pembina Siswa MAN 02 Cilegon Rizki Rahayu Pratama menyampaikan, alat tersebut nantinya akan dipasang di ruang guru dan ruang tata usaha (TU) sekolah. Sebab, alat sederhana itu sudah bisa difungsikan untuk mendeteksi asap rokok.

“Ini alat yang sudah bisa langsung diterapkan. Nanti kami akan dipasang di beberapa ruangan dulu yaitu di ruang guru dan TU,” Rizki Rahayu Pratama, kepada wartawan, Minggu 19 September 2021.

Rizki menyampaikan, detektor asap rokok buatan tiga siswanya inipun sudah pernah dilombakan. Dan saat ini lanjut Rizki, MAN 02 Cilegon tengah bersiap-siap untuk mengikuti lomba robotik tingkat nasional. “Yah ini alat yang sudah menjadi juara I kemarin tingkat provinsi Banten. Bahkan, MAN 2 Cilegon juga sedang bersiap lomba robotik tingkat nasional di Tangerang nanti,” jelasnya.

Sementara itu, Cahaya Setyo Ningrum menjelaskan, detektor asap rokok itu dibuat dengan menggunakan komponen sederhan seperti mikro controller, sensor, liquid crystal display (LCD) mini, sirene dan kipas. Secara fungsi jika ada asap yang mengandung zat rokok, mikro kontroler akan membaca dan mengirimkan sinyal ke sensor untuk dan ditampilkan melalui layar kadarnya. Lalu sensor juga akan mengirimkan sinyal kepada sirene yang akan berbunyi, serta secara otomatis menghidupkan kipas untuk sterilisasi asap.

“Nantinya jika sudah terbaca sirene akan berbunyi dan kipas otomatis akan menyedot dan membuang melalui ventilasi,” ujar Cahaya Setyo Ningrum.

Untuk merakit detector sederhan ini, lanjut Cahaya, dibutuhkan waktu satu bulan dengan komponen yang dapat dibeli dengan total harga Rp500 ribu rupiah. Apabila ingin dikembangkan di ruangan yang lebih besar, maka bisa diganti komponen sirene kecilnya dengan pengeras suara dan kipas dengan kapasitas besar.

“Cukup murah hanya Rp500 ribu saja. Ini jika ingin dikembangkan bisa mengubahnya sesuai dengan kapasitas ruangan. Bisa juga peringatan melalui sirene yang lebih besar dan kipas hisap yang lebih besar juga,” pungkasnya. []

RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Recent Comments