BCO.CO.ID – Program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke 125 tahun anggaran 2025 di Kota Cilegon telah resmi ditutup, program tersebut telah membangun infrastruktur dengan menggunakan anggaran sebesar Rp 1,3 miliar.
TMMD Ke-125 TA 2025 di Kota Cilegon telah dimulai sejak 23 Juli 2025 lalu dan mengerjakan program pembangunan dua unit RTLH, empat jambanisasi, pembukaan jalan sepanjang satu kilometer, TPT 570 meter, drainase 300 meter, rehabilitas Musholla satu unit, dan sumur bor lima titik.
Program itu kini telah ditutup oleh Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, bersama Gubernur Banten Andra Soni, Walikota Cilegon Robinsar, dan yang lainnya, Kamis 21 Agustus 2025.
Maruli mengatakan, program TMMD dapat menambah keakraban dengan masyarakat melalui gotong royong. Tak hanya itu, TMMD ke 125 TA 2025 ini juga dapat menekan biaya dalam pembangunan di desa.
“Kita memunculkan gotong royong lagi dengan masyarakat, dan program ini juga bisa menekan biaya daerah. Ini yang sudah kita diskusikan dengan berbagai daerah,” kata Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Ia mengungkapkan, anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp1 miliar.
Sementara anggaran tambahan TMMD ke 125 TA 2025 dari TNI Angkatan Darat sekitar Rp300 juta. “Anggaran itu untuk operasional, makan, pembangunan dan lain-lain. Kalau menghitung semuanya agak sulit,” ungkapnya.
Ia mengklaim program TMMD ke 125 TA 2025 di Kota Cilegon memakan waktu yang singkat namun sudah terdapat hasil nyatanya. “Dari masyarakat juga ikut bekerja, hasilnya juga sudah ada dari program TMMD ke-125 ini,” ucapnya.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan, dengan mendengar pemaparan hasil dari TMMD ke-125, pihaknya menjadi terinspirasi dengan berkolaborasi antar pihak lainnya untuk membangun desa di Provinsi Banten.
“Ini menjadi inspirasi kepada kita untuk berkolaborasi dengan semua pihak supaya bisa mempercepat apa yang kita tuju. Beberapa ide dari TMMD ini InsyaAllah kedepannya akan kami kerjasamakan dengan TNI di Provinsi Banten, Polri, swasta, dan lainnya,” ujar Andra. []

