BCO.CO.ID – PT Bungasari Flour Mills Indonesia melakukan penanaman 3.000 bibit mangrove di kawasan Wisata Mangrove Jembatan Pelangi, Kampung Berambang, Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang.
Aksi ini dilakukan sebagai penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan. Penanaman melibatkan 25 perwakilan manajemen, karyawan, serta jajaran dari 19 perusahaan mitra penunjang operasional Bungasari.
Perwakilan manajemen PT Bungasari Flour Mills Indonesia, Ervani Sultoni menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem pesisir di tengah aktivitas industri. “Bisnis harus berjalan selaras dengan lingkungan. Penanaman 3.000 mangrove ini langkah nyata kami menjaga pantai sekaligus mendukung target penurunan emisi karbon,” kata Ervani, Senin 31 Agustus 2026.

Secara teknis, 3.000 bibit mangrove tersebut ditargetkan mampu menyerap karbon (CO2) hingga 1.745.000 kg/m³ per tahun. Keberadaan mangrove juga diharapkan mampu memperkuat benteng alami pesisir Tirtayasa sekaligus mendorong potensi ekowisata lokal.
Dalam aksi lingkungan tersebut, Bungasari melibatkan 19 perusahaan vendor, meliputi PT Karya Marina Paradisa, PT Karya Lestari Abadi, PT Zahira Inti Purnama, PT Cahaya Bintang Sejati, PT Sumber Dunia Perkasa, PT Alam Makmur Putra, PT Putra Rajawali Cigading, PT Tria Sari Abadi, PT Trisa Surya Mandiri, PT LIETS, PT Prasetya Ekatama Sukses, PT Karya Arga Nusantara, PT Enggal Sejahtera Inspeksindo, CV Sakti CCTV, PT Carsurin Tbk, PT Prasadha Pamunah Limbah Industri, PT Wahana Pamunah Limbah Industri, PT Abizar Cahaya Makmur, dan Garuda Systrain Interindo.
“Kolaborasi ini diharapkan menjadi stimulus bagi sektor usaha di Banten untuk aktif berpartisipasi dalam program keberlanjutan lingkungan,” pungkasnya. []
