Senin, Mei 25, 2026
BerandaIndustriBungasari Tanam 1.000 Mangrove dan Edukasi Bencana di Pesisir Serang

Bungasari Tanam 1.000 Mangrove dan Edukasi Bencana di Pesisir Serang

BCO.CO.ID – PT Bungasari Flour Mills Indonesia bekerja sama dengan Komunitas KeMANGTEER dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, menggelar aksi kolaboratif peduli lingkungan dan peningkatan kesiapsiagaan bencana.

Kegiatan ini difokuskan di wilayah pesisir Kabupaten Serang, Banten, sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.Program yang berlangsung pada 21 hingga 22 Oktober 2025 ini mencakup dua kegiatan utama: penanaman bibit mangrove dan sosialisasi mitigasi bencana. Pada 22 Oktober 2025, PT Bungasari kembali menanam 1.000 bibit mangrove di kawasan Kampung Berambang, Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa.

Kegiatan penanaman mangrove ini merupakan aksi keberlanjutan setelah program serupa dilaksanakan pada tahun 2024. Sehari sebelumnya, sebanyak 130 siswa dan guru SMPN 2 Tirtayasa mengikuti sosialisasi dan simulasi kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan pasang rob (kenaikan air laut). Kegiatan edukasi ini difasilitasi langsung oleh Tim BPBD Kabupaten Serang di lokasi sekolah.

Assisten Manager HSE PT Bungasari Flour Mills Indonesia, Ervani Sultoni, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk dampak jangka panjang.

“Setiap tahun kami lakukan evaluasi sekaligus menambah ragam kegiatan agar manfaatnya semakin luas. Tujuan kami bukan hanya penghijauan, tapi juga membangun kesadaran bencana,” ungkap Ervan, melalui keterangan tertulis yang diterima, Selasa 28 Oktober 2025.

Sementara itu, perwakilan masyarakat dan pendidik mengapresiasi kolaborasi tersebut karena sangat relevan dengan kondisi geografis wilayah mereka yang rentan bencana. Warga menilai kegiatan ini sangat membantu masyarakat dan siswa dalam memahami pentingnya mitigasi.

“Dengan upaya mitigasi bencana dan penanaman 1.000 Mangrove, merupakan upaya sadar sejak dini terhadap siswa. Sebagai penerus, dan mereka juga paham akan pentingnya mangrove bagi kehidupan, terutama masyarakat pesisir seperti kampung kami ini. Semoga Program ini berlanjut dan mampu melahirkan penggiat mangrove yang tanggung jawab terhadap lingkungan,” ujar Ropin.

Diharapkan, penanaman mangrove ini tidak hanya mengurangi emisi blue carbon tetapi juga melindungi garis pantai dari erosi dan pengikisan oleh air laut. Melalui kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat ini, ekosistem pesisir diharapkan semakin kuat dan ketahanan warga dalam menghadapi risiko bencana dapat meningkat.[]

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

- Advertisment -

Recent Comments