CILEGON, BCO.CO.ID – Dalam dua hari terakhir yakni pada Minggu hingga Senin 17-18 Oktober 2021, dua unit rumah di Kecamatan Jombang, Kota Cilegon dan Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, tersambar petir sehingga membuat kedua bangunan itu rusak parah.
Tak hanya menimbulkan kerusakan, insiden ini juga menyebabkan korban luka bakar yang harus mendapatkan perawatan intensif. Sambaran petir ini terjadi saat wilayah tersebut sedang diguyur hujan lebat disertai petir.
Guna mendapatkan informasi tersebut, BCO Media menghubungi Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Serang Tarjono. Dalam keterangannya, Tarjono menyampaikan, saat ini wilayah Banten sedang dalam masa transisi peralihan musim dari kemarau ke musim penghujan. Artinya ada banyak fenomena alam ketika masa transisi itu yang membuat wilayah Banten di guyur hujan disertai angin kencang ataupun petir.
“Wilayah Banten memang saat ini berada pada fase peralihan musim, tentunya karakteristik beberapa wilayah berbeda,” ujar Tarjono, Selasan 19 Oktober 2021.
Tarjono menjelaskan, dalam masa transisi ini potensi bahaya lebih tinggi lantaran biasanya munculnya awan cumulonimbus yang berbentuk seperti bunga kol dan berwarna hitam pekat di atas langit. Biasanya wilayah yang tercakup oleh awan cumulonimbus itu berpotensi diguyur hujan lebat disertai angin kencang hingga petir hingga menimbulkan angin puting beliung.
“Bahkan bisa juga timbul fenomena hujan es, itu sangat berpotensi ketika masa transisi peralihan musim. Kalau untuk sambaran petir itu acak yah, biasanya yang tercakup sama awan cumulonimbus,” jelasnya.
Masih kata Tarjono, apabila melihat gumpalan awan cumulonimbus ada baiknya segera berlindung ke tempat yang aman. Ia menambahkan, saat hujan berlansung yang disertai angin kecang dan petir warga lebih baik tidak bermain alat komunikasi yang disambungkan ke jaringan listrik misalnya sambil di cass.
“Selama tidak terhubung ke listrik atau dicass, saya pikir relatif aman. Tapi kalau sambil dicass itukan tegangan listriknya bertambah ketika terjadi Sambaran petir apalagi kita tidak tahu apakah ada jaringan yang tersambar petir atau gimana,” pungkasnya. []
