Jumat, September 4, 2026
BerandaLalu LintasRawan Laka Lantas, Empat Nyawa Melayang di Jalur Bojonegara-Puloampel Sepanjang 2026

Rawan Laka Lantas, Empat Nyawa Melayang di Jalur Bojonegara-Puloampel Sepanjang 2026

BCO.CO.ID – Angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di jalur Bojonegara-Puloampel, Kabupaten Serang, sepanjang Januari sampai dengan awal September 2026 tercatat mencapai 12 kasus dengan jumlah korban mencapai 16 orang. Empat orang korban di antaranya dilaporkan meninggal dunia, tiga orang luka berat, dan sembilan orang korban mengalami luka.

Diketahui, jalur ini merupakan jalan nasional yang cukup sibuk dilintasi kendaraan. Pasalnya, wilayah Bojonegara dan Puloampel merupakan daerah industri dan pertambangan.

Selain itu, kondisi jalan yang sempit kerap menimbulkan kemacetan dibeberapa titik. Sebab, volume kendaraan yang melintas tidak sebanding dengan daya tampung jalan sehingga sering terjadinya pelambatan laju kendaraan.

iklan

Kanit Gakkum Satlantas Polres Cilegon, IPDA Eka Lady Fitriani mengatakan, kecelakaan lalu lintas di jalur ini didominasi oleh truk dengan kendaraan sepeda motor (R2).

“Kalau untuk data dari kendaraan, sepeda motor dengan truk itu ada tujuh, kalau sepeda motor dengan sepeda motor itu empat, kalau sepeda motor dengan minibus itu satu,” ujar IPDA Eka Lady Fitriani, Jum’at 4 September 2026.

Eka menjelaskan, faktor terjadinya laka lantas di wilayah ini disebabkan karena kurangnya konsentrasi pengendara saat mendahului kendaraan lain. Ia menambahkan, rata-rata kecelakaan lalu lintas terjadi di antara pukul 09.00 – 12.00 WIB.

“Kalau berdasarkan penyebab laka yang kita analisa dan cek tempat kejadian perkara, yaitu mendahului dengan tidak aman serta kendaraan truk berbelok dengan tidak aman,” jelasnya.

Terpisah, Kapolsek Bojonegara IPTU Kyflan Syukur menyampaikan, demi mencegah terjadinya laka lantas di wilayah tersebut, pihaknya sering memberikan edukasi terhadap masyarakat baik di tingkat lingkungan, hingga sekolah.

Selain itu, pihaknya juga sering menempatkan anggota kepolisian di wilayah rawan kemacetan untuk mengatur lalu lintas terutama pada saat jam sibuk. Ini dilakukan, untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.

“Edukasi sering kami lakukan bersama anggota, petugas kami juga tak pernah lelah. Jadi kami ada bukannya hanya ketika dibutuhkan, tapi Polri hadir untuk saling menjaga. Dan kami sudah bersurat ke dinas terkait untuk penambahan rambu serta memperbanyak penerangan jalan umum,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, ia mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan setiap rambu ataupun arahan petugas di lapangan. “Mohon tertib dan tetap waspada saat berkendara, enggak usah terburu-buru. Uang bisa dicari, tapi keselamatan tetap nomor satu karena ada orang-orang yang kita sayangi menunggu di rumah,” tutupnya. []

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

- Advertisment -

Recent Comments