BCO.CO.ID – Lonjakan harga bahan baku plastik yang terjadi secara serempak di Indonesia mulai menekan pelaku usaha jasa, termasuk sektor laundry atau jasa cuci pakaian. Kenaikan ini berdampak langsung pada biaya operasional, terutama untuk kebutuhan pengemasan pakaian pelanggan.
Di tengah kondisi tersebut, Joss Laundry Cilegon mengambil langkah berbeda dengan tetap menahan tarif layanan dan tidak membebankan kenaikan biaya kepada pelanggan.
Owner Joss Laundry Horas Kasih Sirait beralasan, keputusan ini diambil sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
“Kenaikan harga plastik saat ini memang cukup tinggi dan sangat berpengaruh terhadap biaya operasional kami. Tapi kami memilih untuk tidak menaikkan harga layanan, karena kami tidak ingin menambah beban pelanggan,” ujar Horas, Kamis 9 April 2026.
Horas bilang, di saat banyak sektor melakukan penyesuaian harga, pelaku usaha justru dituntut untuk lebih kreatif dalam menjaga keseimbangan antara biaya dan pelayanan.
“Kami melihat ini bukan hanya soal bisnis, tapi juga soal kepercayaan. Pelanggan sudah mempercayakan kebutuhan mereka kepada kami, jadi sudah seharusnya kami juga menjaga mereka di situasi seperti ini,” tegasnya.
Sebagai langkah strategis, Joss Laundry melakukan efisiensi internal tanpa mengurangi kualitas layanan. Mulai dari optimalisasi penggunaan bahan, pengendalian biaya operasional, hingga peningkatan produktivitas kerja menjadi fokus utama.
“Kami melakukan penyesuaian di dalam, bukan ke pelanggan. Efisiensi harus jadi solusi, bukan alasan untuk menaikkan harga secara langsung,” tambahnya.
Horas juga menyoroti bahwa kondisi ekonomi saat ini masih menuntut kehati-hatian semua pihak, baik pelaku usaha maupun masyarakat.
“Kami paham betul, saat ini banyak masyarakat yang juga sedang berhemat. Karena itu, kami ingin tetap hadir sebagai layanan yang terjangkau tanpa mengorbankan kualitas,” katanya.
Ia berharap langkah yang diambil Joss Laundry Cilegon dapat menjadi contoh bahwa pelaku usaha tetap bisa bertahan dengan strategi yang tepat tanpa harus selalu mengandalkan kenaikan harga.
“Kalau semua langsung menaikkan harga, yang paling terdampak pasti masyarakat. Kami ingin mengambil peran, walaupun kecil, untuk menjaga daya beli tetap stabil,” tutup Horas.[]
