BCO.CO.ID – Wakil Walikota Cilegon Fajar Hadi Prabowo meminta BPKPAD Kota Cilegon untuk melakukan ekspose pendapatan. Hal ini dilakukan, untuk melihat sejauh mana Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemkot Cilegon bekerja.
Pasalnya berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), OPD penghasil di Kota Cilegon tidak optimal soal pendapatan asli daerah (PAD). Fajar juga mengingatkan, OPD-OPD tertentu harus lebih agresif dan lebih pro-aktif.
“Kalau perintah kita, perintah Kang Wali juga sudah jelas. Ayo lebih agresif, jemput bola, jangan nunggu bola, kalau nunggu bola kebobolan nanti kita reaktif terus, harus proaktif. Kalau saya bilang waktu itu, kalau perlu se-agresif, seperti kita mau jemput pacar kita sebelum nikah, se-agresif itu,” ujar Fajar Hadi Prabowo, di Aula Setda Pemkot Cilegon, Kamis 7 Agustus 2025.
Menurut Fajar, banyak hasil diskusi dengan anggota dewan yang menghasilkan ide-ide yang membangun. Pihaknya juga masih melakukan kajian terhadap titik-titik parkir di Pasar Kranggot yang menyebabkan kebocoran PAD dengan nilai mencapai miliaran.
Oleh sebab itu, Fajar kembali mengingatkan anak buahnya di OPD agar tidak terjebak dalam mindset birokrasi. “Harus segera operasikan. Jangan menunggu nanti, nanti, nanti. Jangan terjebak dalam mental birokrasi, atau mindset birokrasi,” terangnya. []
