CILEGON, BCO.CO.ID – Sanggar Sumur Jambu menggelar pentas ubrug dengan judul naskah perang sambel sutradara Kang Roni. Ubrug merupakan kesenian teater tradisi yang terus berkembang sampai sekarang. Di Kota Cilegon sendiri, ubrug lahir dari kampung yang dipertunjukan dengan membawa permasalahan yang dekat dengan masyarakat atau mengangkat sejarah khas daerah itu sendiri.

Selain pentas ubrug, Sanggar Sumur Jambu yang sudah 6 tahun berproses dan berkarya untuk kesenian di Kota Cilegon ini mengundang beberapa komunitas dan sanggar seni yang ada di Cilegon untuk ikut pentas meramaikan malam puncak milad Sanggar Sumur Jambu, Sanggar Puspa Arum mementaskan tari perang sambelnya, pembacaan puisi dari Gaksa, Musik kontemporer yang dipimpin Edi Febriadi (Dewan Kesenian Cilegon), dan etnik musik dari Orro Band Teater Wonk Kite. Serta dihadiri oleh banyak komunitas seni yang Ada di Kota Cilegon.
“Tahun ini adalah tahun yang luar biasa, kita mencoba memulai dengan memantik sebuah pertunjukan sebagai tanda syukur Milad ke 16 dan tasyakuran Indonesia Bangkit,” ucap Jajuli Jaro, Ketua Sanggar Sumur Jambu
Acara milad ini juga diisi dengan santunan kepada 20 anak yatim dan wakaf 60 kitab Al-Quran yang bekerjasama dengan Yayasan Rasamala Hanifa Jakarta. Pada acara ini juga Sanggar Sumur Jambu mendapatkan bantuan dana pembinaan sanggar dari LSM Gapura Banten yang disampaikan secara simbolis oleh Husen Saidan selaku ketua LSM Gapura Banten.
“Panggung ini menjadi tempat bertemunya orang-orang baik, selain didukung penuh oleh pemuda/I Cidangdang yang tergabung dalam wadah organisasi Forum Pemuda Cidangdang, banyak orang yang masih peduli dengan kesenian tradisi Cilegon yaitu ubrug ini, semoga kami terus bisa berkarya dan berkontribusi sebagai wajah seni Kota Cilegon yang baik,” tutup Jajuli pada sambutannya.
Acara tersebut juga dihadiri Walikota Cilegon Helldy Agustian.[]
