BCO.CO.ID – Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cilegon, Tb. Rizki Andika, meminta polisi untuk mengusut tuntas peristiwa kebakaran lapak bahan bakar minyak (BBM) yang diduga illegal yang terbakar hebat pada Kamis dinihari 19 Februari 2026 di Fly Over Cilegon Timur, tepatnya di Kampung Kidungkul Gubuk Jaya, Desa Serdang, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang.
“Ini harus di usut tuntas, kenapa itu bisa kebakaran dan BBM jenis apa saja itu yang terbakar sampai menimbulkan api yang cukup besar,” ujar Rizki Andika, Sabtu 21 Februari 2026.
Selain mendorong polisi mengusut persoalan itu secara profesional dan transparan, Rizki juga mempertanyakan terkait perizinan lapak BBM tersebut. “Darimana mereka mendapatkan BBM-nya, ini harus dicari tahu juga. Termasuk izin dan sudah berapa lama lapak itu beroperasi,” terangnya.

Berdasarkan informasi, lapak BBM yang berdiri di lahan milik DS itu kebakaran pada saat saksi bernama Hatibi sedang menyalakan mobil dihalaman lapak tersebut.
Saksi Hatibi saat itu meninggalkan mobil tersebut ke tempat lapak tersebut dan kondisi mobil dalam keadaan mesin menyala. Setelah itu sekitar 20 menit, Hatibi dan Rendy mencium bau dan asap dari luar lapak. Kedua saksi tersebut kemudian keluar memeriksa kondisi tersebut, dan melihat ada api di dalam mobil yang tidak jauh dari posisi itu terdapat satu drum solar.
Setelah itu api menyambar dengan cepat dan mengenai kabel listrik jalan hingga akhirnya api tersebut membesar. Karena api telah membesar saksi Hatibi dan saksi Rendy segera pergi menjauh untuk menyelamatkan diri dan meminta pertolongan.
Akibat kejadian ini, satu unit mobil dan dua unit sepeda motor hangus terbakar. Selain itu, sempat terjadi ledakan yang cukup besar pada saat proses pemadaman.
Sementara itu, Kapolsek Kramatwatu Kompol Ba’I Ma’mun bilang, peristiwa ini masih dalam proses penyelidikan petugas. “Masih penyelidikan,” katanya singkat. []

