Senin, Maret 16, 2026
BerandaCuacaKapolres Cilegon Ingatkan Semua Pihak Siaga Menghadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

Kapolres Cilegon Ingatkan Semua Pihak Siaga Menghadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

BCO.CO.ID – Pemerintah Kota Cilegon dan Polres Cilegon, memperketat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan lain-lain yang puncaknya diperkirakan terjadi hingga awal tahun depan.

Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga menegaskan, pentingnya kesiapan seluruh personel dan pemangku kepentingan (stakeholder) untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.​ Penegasan ini disampaikannya dalam Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di depan Polres Cilegon, Rabu 5 November 2025.

​Ia juga menekankan bahwa negara harus selalu hadir melindungi rakyat, sesuai amanat Presiden. ​“Sebagaimana amanah Presiden, negara harus selalu hadir untuk melindungi rakyat dari segala bahaya, termasuk dari bencana. Karena itu, setiap personel harus menunjukkan kesungguhan, empati, dan profesionalitas dalam menjalankan tugas kemanusiaan,” ujar AKBP Martua.​

iklan

Kapolres mengingatkan jajarannya, untuk memperkuat koordinasi lintas sektor guna emastikan seluruh perangkat dan logistik siap digerakkan dan ​fokus pada deteksi dini, edukasi masyarakat, dan kecepatan respon.​ “Deteksi dini, edukasi masyarakat, kesiapan alat, serta kecepatan dan ketepatan respon menjadi kunci dalam penanggulangan bencana. Melalui sinergi dan kolaborasi terpadu antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder, kita dapat meminimalkan risiko dan memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat,” tegasnya.​​

Di kesempatan yang sama, Wali Kota Cilegon Robinsar mengingatkan bahwa selain memiliki potensi, Kota Cilegon juga rentan terhadap bencana alam dan risiko industri. ​”Apel hari ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan mempersiapkan langkah-langkah konkret dalam menghadapi segala bentuk musibah atau ancaman bencana. Kami berharap seluruh unsur, baik dari OPD, Basarnas, BPBD, Damkar, hingga pihak-pihak terkait lainnya, memastikan kesiapan personel, peralatan, dan sarana prasarana agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” kata Robinsar.​

Robinsar berujar, pentingnya langkah preventif dan evaluatif, terutama menjelang puncak musim hujan yang diprediksi hingga awal tahun depan. Ia meminta agar penanganan tidak berhenti saat bencana, tetapi juga mencari akar masalahnya.​

“Penanggulangan tidak boleh berhenti hanya pada saat bencana terjadi, tetapi juga harus mencari akar permasalahannya agar tidak terulang kembali. Misalnya, terkait potensi pohon tumbang, saya minta Dinas Perkim segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan pemangkasan pohon yang berisiko. Jangan menunggu roboh baru bertindak,” ujarnya. []

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Recent Comments