BCO.CO.ID – Wakil Ketua I DPRD Kota Cilegon, Sokhidin, menyayangkan banyaknya aspirasi masyarakat hasil reses anggota dewan yang dicoret oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon. Padahal, usulan yang disampaikan masyarakat mayoritas hanya berupa perbaikan infrastruktur dasar di lingkungan warga.
Sokhidin menegaskan, usulan warga sangat sederhana seperti perbaikan jalan lingkungan, drainase, Tembok Penahan Tanah (TPT), hingga gorong-gorong. Menurutnya, sektor krusial tidak boleh dipangkas atas alasan efisiensi anggaran.
“Tidak ada yang mengusulkan ingin gedung apa, atau minta dibikinkan stadion itu tidak ada,” kata Sokhidin usai Rapat Paripurna DPRD Kota Cilegon, Senin 10 Agustus 2026.
Politisi Partai Gerindra ini juga menyoroti kinerja Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Cilegon. Meski diklaim telah mengeluarkan 150 Surat Perintah Kerja (SPK), pengerjaan di lapangan belum terlihat sehingga serapan anggaran masih nol. “Di lingkungan saya sendiri sudah saya usulkan, tapi belum ada yang dikerjakan sampai hari ini, baik itu jalan, selokan, maupun gorong-gorong,” jelasnya.
Ia khawatir keterlambatan pengerjaan drainase akan memicu banjir saat musim hujan tiba. “Kalau tidak dilaksanakan sekarang, nanti saat musim hujan datang bisa wasalam karena banjir berulang terus,” imbuhnya.
Menanggapi hal tersebut, Plt Sekda Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra menyampaikan pihaknya telah menerima dokumen hasil reses dari seluruh fraksi dan siap menindaklanjutinya sesuai aturan yang berlaku. “Tentunya akan kita tindak lanjuti dan bahas bersama mana saja yang siap untuk dieksekusi,” ujar Aziz.
Aziz menjelaskan, kegiatan pembangunan memerlukan perencanaan matang serta kejelasan status lahan. Usulan baru kemungkinan akan dimasukkan dalam perencanaan anggaran mendatang agar tidak tumpang tindih (overlap) dengan program dinas teknis.
Terkait tuntutan kenaikan honor Ketua RT, Aziz menyebut, realisasinya sangat bergantung pada kondisi kemampuan keuangan daerah. “Kenaikan honor RT disesuaikan dengan kondisi fiskal kita. Mudah-mudahan pada tahun 2027 fiskal kita kembali normal sehingga aspirasi ini bisa kita realisasikan,” pungkasnya. []
