BCO.CO.ID – Kota Cilegon tak hanya menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Tradisional Daerah (Potrada) ke-3 tingkat Provinsi Banten, tetapi juga membidik gelar juara dalam ajang yang mempertandingkan sejumlah olahraga tradisional tersebut.
Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, mengatakan Potrada menjadi salah satu upaya menjaga keberadaan olahraga tradisional di tengah perkembangan zaman.

Menurut Fajar, olahraga tradisional merupakan bagian dari identitas masyarakat yang perlu terus dilestarikan. Namun, ia mengakui pengembangannya di Cilegon masih menghadapi kendala, terutama keterbatasan lahan dan fasilitas.
Ia berharap dukungan pemerintah daerah melalui dinas terkait, termasuk dalam pembinaan atlet dan penyediaan anggaran, dapat memperkuat pengembangan olahraga tradisional.
Fajar juga berharap kontingen Cilegon dapat memanfaatkan kesempatan sebagai tuan rumah untuk meraih hasil terbaik.
“Saya berharap kontingen Cilegon mampu menunjukkan prestasi terbaik dan keluar sebagai juara dalam Potrada tingkat Provinsi Banten tahun ini,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Cilegon, Awab, mengatakan Potrada mempertandingkan sejumlah olahraga tradisional, di antaranya egrang, gobak sodor, sumpitan, dan gasing. Cabang-cabang tersebut berada di bawah naungan Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia (PORTINA).
“Cabang olahraga tradisional yang dipertandingkan di antaranya egrang, gobak sodor, sumpitan, dan gasing,” kata Awab.
Ia menjelaskan, peserta dalam cabang olahraga tersebut dibatasi pada usia di bawah 24 tahun. Ketentuan itu diterapkan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan, terutama pada olahraga egrang yang memiliki risiko cedera.
