Kamis, Juli 16, 2026
BerandaIndustriBuruh FSPMI Cilegon Aksi di PT NS BlueScope Indonesia, Tuntut Karyawan yang...

Buruh FSPMI Cilegon Aksi di PT NS BlueScope Indonesia, Tuntut Karyawan yang Di-PHK Dipekerjakan Kembali

BCO.CO.ID – Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Cilegon menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang PT NS BlueScope Indonesia, Kamis (16/7/2026). Aksi tersebut digelar sebagai bentuk solidaritas terhadap Ketua PUK FSPMI PT NS BlueScope Indonesia, M. Pardi, yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

iklan

Dalam aksinya, FSPMI menduga PHK terhadap M. Pardi berkaitan dengan aktivitasnya sebagai pengurus serikat pekerja dan menyampaikan tuntutan agar perusahaan mempekerjakan kembali M. Pardi pada posisi dan level jabatan yang sama seperti sebelum diberhentikan.

M. Pardi mengatakan dirinya telah mengabdi selama 29 tahun di PT NS BlueScope Indonesia. Ia mengaku menerima surat PHK dengan alasan rasionalisasi perusahaan. Namun, menurutnya, alasan tersebut patut dipertanyakan karena dinilai tidak memenuhi ketentuan hukum sebagai dasar pelaksanaan PHK. “PT NS BlueScope Indonesia merupakan perusahaan yang masih berkembang. Kami menilai alasan rasionalisasi tidak cukup menjadi dasar untuk melakukan PHK. Kami menduga ada unsur pemberangusan serikat pekerja atau union busting,” ujar Pardi di sela-sela aksi.

Terpisah, Kepala Bidang Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja Kota Cilegon, Faruk Oktavian, ketika dikonfirmasi mengatakan pihaknya telah melakukan upaya mediasi sebelum aksi unjuk rasa berlangsung.

Menurut Faruk, Disnaker telah mempertemukan kedua belah pihak untuk mencari solusi melalui musyawarah dengan harapan tidak terjadi PHK. Namun, hingga saat ini belum tercapai kesepakatan. “Sudah kita pertemukan untuk bermusyawarah agar tidak terjadi PHK. Namun, solusi yang ditawarkan belum dapat diterima oleh kedua belah pihak,” kata Faruk.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

- Advertisment -

Recent Comments