Selasa, Mei 26, 2026
BerandaBencana IndustriTim Gabungan Temukan Kandungan Asam Tereftalat dalam Insiden Kebocoran PT MCCI

Tim Gabungan Temukan Kandungan Asam Tereftalat dalam Insiden Kebocoran PT MCCI

BCO.CO.ID – Dari hasil penyelidikan sementara yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon bersama tim KBRN Brimob Polda Banten, petugas mendapati adanya zat kimia jenis asam tereftalat (Terephthalic Acid) yang keluar bersamaan dengan uap air pada saat kebocoran terjadi di PT Merak Chemicals Indonesia (MCCI) pada Senin 26 Mei 2026.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon, Sabri Mahyudin bilang, asam tereftalat digunakan oleh perusahaan untuk proses pemurnian yang dicampur dengan air dan dipanaskan dalam suhu tertentu. Zat ini disebut tidak berbahaya asalkan tidak melebihi batas yang ditentukan.

“Jadi yang keluar itu campuran air dan terephthalic acid. Tapi yang tersebar ke atas adalah uap air, karena terephthalic acid ini bentuknya serbuk. Jadi di lokasi kejadian itu lebih banyak serbuknya yang terpapar di situ,” kata Sabri Mahyudin, Selasa 26 Mei 2026.

Ia menjelaskan, tidak ada tekanan berlebih pada saat air dan asam tereftalat dialirkan melalui pipa di pabrik tersebut. “Kalau dari penjelasan mereka itu tidak ada overpressure. Jadi setelah digabung, dipanaskan, dan dialirkan, dialirkan ini yang meledak,” terangnya.

Meskipun masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut, DLH Kota Cilegon juga sudah memasang alat pendeteksi gas di area pabrik untuk memastikan kondisi udara aman dari cemaran gas berbahaya. Sabri memastikan, kondisi udara di sekitar kejadian masih aman terkendali. “Hasilnya semua dibawah standar, aman dan tidak berbahaya,” tutupnya.

Sebagai informasi, terephthalic acid yaitu bahan baku purified terephthalic acid (PTA) yang umum digunakan sebagai bahan dasar tekstil, botol plastik, dan produk turunannya. Petugas juga terus melakukan pemantauan, koordinasi, dan pengawasan terhadap penanganan kejadian serta memastikan pelaksanaan tindak lanjut sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Sementara itu, berdasarkan hasil deteksi awal menggunakan gas detector oleh tim Brimob dan DLH Kota Cilegon, sampai dengan saat ini belum teridentifikasi adanya potensi bahaya gas beracun maupun indikasi keadaan darurat lingkungan yang membahayakan masyarakat di sekitar lokasi kejadian.[]

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

- Advertisment -

Recent Comments