Sabtu, Agustus 8, 2026
BerandaPeristiwaDiduga Akibat Pemusnahan Amunisi Tanpa Izin, Warga Mancak Panik Diserbu Asap Menyengat...

Diduga Akibat Pemusnahan Amunisi Tanpa Izin, Warga Mancak Panik Diserbu Asap Menyengat dan Suara Ledakan

BCO.CO.ID – Puluhan warga Kampung Pamekser, Desa Batu Kuda, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, dibuat panik lantaran beberapa kali mendengar suara ledakan disertai kobaran api yang cukup besar dari sebuah tempat galian pasir, pada Jum’at malam 7 Agustus 2026.

Dari kejadian ini juga, warga mencium bau menyengat yang membuat sesak dan perih pada bagian pernafasan. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kobaran api dan bau menyengat dari tempat galian pasir itu diduga akibat aktivitas pemusnahan amunisi yang sudah tidak layak pakai yang dilakukan oleh Mabes Polri.

Pantauan BCO Media, warga sempat meminta pertanggung jawaban petugas dari Mabes Polri yang melakukan aktvitas tersebut. Permintaan itu diutarakan warga saat mediasi di Balai Desa Batu Kuda.

Kepala Desa Batu Kuda, Sabit menyampaikan, aktivitas yang diduga pemusnahan amunisi itu sudah berlangsung dua hari. Namun sayangnya, tidak ada surat pemberitahuan kepada pemerintah desa setempat.

Ia juga sempat meminta warganya untuk tidak mendekati lokasi lantaran ada suara ledakan dari sumber api. “Ternyata ada yang dibakar, lalu menguap terbawa angin. Ada warga yang sesak-sesak, warga kagetlah. Banyak yang berlarian,” kata Sabit, ditemui BCO Media, Sabtu dinihari 8 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, tidak mengetahui apa saja yang dimusnahkan dengan cara dibakar disebuah lubang di tempat galian pasir itu. Pasalnya kata dia, tidak ada pemberitahuan sebelumnya hanya informasi lisan yang disampaikan oleh petugas. Imbasnya, banyak warga yang mencium bau menyengat tersebut dengan radius kurang lebih sampai satu kilometer.

“Karena memang faktanya enggak ada pemberitahuan surat izin ke desa atau ke masyarakat,” terangnya.

Sabit mengatakan, setelah asap pembakaran itu menyebar, ada dua warganya yang terpaksa dilarikan ke rumah sakit di Kota Cilegon. “Memang betul ada yang dibawa ke rumah sakit dua orang, tapi Alhamdulillah cuman dua jam sudah dibawa pulang lagi,” imbuhnya.

Lebih lanjut Sabit menambahkan, dari hasil mediasi warga maupun petugas menyepakati sejumlah poin yang menjadi tuntutan masyarakat setempat. Namun meskipun begitu, warga masih waspada di lokasi kejadian.  “Tanggung jawab, semuanya. Walaupun kalau kejadian seperti apa, tetap mereka tanggung jawab sepenuhnya,” pungkasnya.

Sementara itu, petugas kepolisian dari Mabes Polri yang melaksanakan pemusnahan di lokasi galin menolak memberikan keterangannya terkait kejadian itu. []

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

- Advertisment -

Recent Comments